SLEMAN - Dukungan militan dari suporter setia PSS Sleman terbukti bukan sekadar pemanis di tribun penonton. Kehadiran ribuan pencinta Super Elang Jawa di stadion diakui menjadi energi ekstra sekaligus juru selamat bagi para pemain saat berjuang di atas lapangan hijau, terutama dalam situasi-situasi krusial.
Magis dukungan suporter itu sangat dirasakan oleh mantan manajer PSS Sleman, Kim Jeffrey Kurniawan. Pemain berdarah Indonesia - Jerman ini mengakui, atmosfer luar biasa yang dihadirkan suporter mampu membakar semangat juang penggawa Super Elja hingga berhasil membalikkan keadaan dalam laga sengit yang sempat berjalan sulit.
Bukan tanpa alasan Kim Jeffrey berujar demikian. Sebab baginya, seperti saat laga final Championship musim 2025/2026 kala PSS Sleman kontra Garudayaksa FC, para pemain sangat kesulitan menembus pertahanan lawan.
Tampil di bawah tekanan, permainan Laskar Sembada dinilai sempat berjalan antiklimaks hingga harus tertinggal dua gol terlebih dahulu dari tim lawan.
Baca Juga: Pengusaha Tahan PHK, Apindo Kota Magelang Andalkan UMKM sebagai Bantalan Serap Tenaga Kerja
Akan tetapi, berkat adanya dukungan dari para suporter. Alhasil PSS Sleman mampu menyamakan kedudukan.
"Tapi, gimana kami bisa comeback dari (tertinggal) 2-0 itu. Itu juga luar biasa gitu," bebernya, Rabu (1/7).
Oleh karena itu, Kim Jeffrey melihat jika hasil positif tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan sebuah tim sepak bola tidak hanya ditentukan oleh taktik dan kualitas teknis para pemain di lapangan. Itu juga dikarenakan mentalitas yang dibangun bersama oleh para suporter.
"Itu tidak bisa kami pungkiri bahwa itu motivasi dari suporter. Bukan hanya kualitas di lapangan, tapi juga dari suporternya," cetusnya.
Lebih lanjut, Kim Jeffrey menambahkan, jika atmosfer angker Maguwoharjo International Stadium (MagIS) atau basis massa suporter PSS Sleman juga memiliki dampak psikologis yang sangat besar bagi mental bertanding tim. Maka dari itu pria berusia 36 tahun ini meyakini, jika sebuah laga digelar di tempat netral tanpa riuh dukungan suporter fanatik Sleman, hasil akhir ceritanya mungkin akan berbeda.
"Belum tentu kami main netral di mana gitu, atau misalnya di kandang lawan gitu, bisa comeback seperti itu gitu. Jadi, ini juga luar biasa," tegasnya. (ayu).
Editor : Heru Pratomo