Jerman harus menelan salah satu kekalahan paling mengejutkan dalam sejarah sepak bolanya setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Skuad Panser Jerman harus mengakui Paraguay melalui adu penalti usai bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu pada laga babak 32 besar di Stadion Boston, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, Senin (29/6/2026).
Kegagalan tersebut memicu kritik tajam dari mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Dalam kepada MagentaTV, Klopp menilai Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) wajib melakukan perubahan besar demi mengembalikan kejayaan tim nasional.
"Ada 500 ribu cara untuk memenangkan pertandingan sepak bola. Anda hanya perlu menemukan satu. Kami punya satu tujuan dan satu mimpi, tetapi semuanya hancur. Itu sangat dramatis. Kami tidak berfungsi sebagai sebuah tim," ujar Klopp.
Baca Juga: Maroko Pulangkan Belanda Melalui Drama Adu Penalti
Dominasi Tanpa Efektivitas
Sepanjang pertandingan, Jerman tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai sekitar 75 persen. Namun dominasi tersebut gagal dikonversi menjadi kemenangan.
Dari total 21 tembakan yang dilepaskan selama 120 menit pertandingan, hanya enam yang mengarah tepat ke gawang. Penampilan gemilang kiper Paraguay, Orlando Gill, menjadi salah satu faktor utama keberhasilan tim Amerika Selatan itu menciptakan kejutan.
Menurut Klopp, masalah utama Jerman bukan terletak pada kualitas individu pemain, melainkan kurang efektifnya penyelesaian akhir.
"Kami menciptakan terlalu sedikit peluang berbahaya," katanya.
Klopp juga menilai tekanan besar justru membebani para pemain Jerman, sementara Paraguay tampil tanpa beban.
"Paraguay memiliki kesempatan untuk menciptakan sejarah. Jerman justru memikul tekanan untuk menang. Semua orang di stadion berpikir kami akan membalikkan keadaan. Namun itu tidak terjadi. Kami membiarkan mereka tetap hidup dalam pertandingan," ucap Klopp.
Dengan Piala Dunia 2026 kemungkinan menjadi turnamen terakhir bagi sejumlah pemain senior seperti Manuel Neuer dan Antonio Rudiger, Klopp menilai regenerasi harus segera dimulai.
Ia bahkan menegaskan reformasi tidak cukup dilakukan di level tim nasional senior, tetapi harus dimulai dari pembinaan usia dini.
Baca Juga: Nenek 76 Tahun Asal Gunungkidul Ditemukan Meninggal di Lahan Perbukitan
"Kita bisa membahas DFB. Seratus persen ada banyak hal yang harus diubah. Kita bahkan bisa memulainya dari kelompok usia U-10 dan menunggu beberapa tahun untuk melihat hasilnya di level tertinggi," tegasnya.
Meski demikian, peluang Klopp untuk menangani Timnas Jerman dalam waktu dekat tampaknya masih kecil. Pelatih saat ini, Julian Nagelsmann, telah menegaskan tidak berniat mengundurkan diri usai kekalahan tersebut.
Sementara itu, Klopp masih terikat kontrak sebagai Head of Global Soccer Red Bull hingga 2029, sedangkan kontrak Nagelsmann bersama Jerman berlaku hingga 2028. Dengan situasi tersebut, perubahan di kursi pelatih hanya bisa terjadi apabila DFB mengambil keputusan besar.
Editor : Bahana.