Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Brasil vs Jepang, Carlo Ancelotti Menolak Terlibat Permainan Pikiran dengan Samurai Biru

Satria Putra Sejati • Senin, 29 Juni 2026 | 11:33 WIB
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti tegaskan tidak ingin terlibat dengan permainan pikiran dari Jepang. (getty images)
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti tegaskan tidak ingin terlibat dengan permainan pikiran dari Jepang. (getty images)

RADAR JOGJA - Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti mengatakan ia menolak untuk terlibat dalam permainan pikiran menjelang laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Jepang pada Selasa (30/6) dini hari.

Selecao akan menghadapi Jepang dalam salah satu laga babak gugur pertama yang paling seimbang di atas kertas.

Kedua tim tidak terkalahkan di grup masing-masing. Brasil bermain imbang 1-1 dengan Maroko kemudian mengalahkan Haiti dan Skotlandia masing-masing 3-0 untuk lolos sebagai juara Grup C.

Baca Juga: Puji Penampilan Jude Bellingham, Pelatih Inggris Thomas Tuchel Ingin Jude Kembali Membuktikan di Babak Gugur Piala Dunia 2026

Sementara itu, Jepang bermain imbang 2-2 dengan Belanda sebelum menang 4-0 atas Tunisia dan bermain imbang 1-1 dengan Swedia di Grup F.

Brasil akan menjadi favorit untuk pertandingan ini, tetapi Jepang belum kalah sejak kekalahan 2-0 dari Amerika Serikat pada September 2025.

Sejak saat itu, Jepang telah mencatatkan 10 pertandingan tanpa kekalahan, termasuk kemenangan mengesankan atas Inggris di Stadion Wembley dan Brasil di Tokyo.

Baca Juga: Hong Myung-Bo Mengundurkan Diri Sebagai Pelatih Kepala Setelah Korea Selatan Dipastikan Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Dan dengan latar belakang itulah Kento Shiogai, striker Wolfsburg berusia 21 tahun yang hanya bermain enam menit di turnamen ini, mengisyaratkan bahwa Brasil adalah raksasa yang jatuh.

"Saya tidak akan mengulangi apa yang dikatakan orang lain. Kami fokus pada pertandingan, pada kualitas lawan, pada persiapan yang baik untuk menghindari masalah," kata Ancelotti.

"Itulah inti dari persiapan pertandingan. Kami tidak melakukan apa yang mereka sebut di Inggris 'mind blowing'. Bagaimana mengatakannya dalam bahasa Portugis? mind games. Kami tidak akan melakukan itu," imbuhnya.

Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Jajal Sirkuit Mandalika di Ajang Honda Track Day 2026

Salah satu momen besar kemenangan Brasil atas Skotlandia adalah kembalinya Neymar, yang melakukan penampilan pertamanya untuk Brasil dalam lebih dari tiga tahun.

Neymar ditambahkan ke skuad Piala Dunia sebelum ia absen dalam pertandingan persahabatan melawan Panama dan Mesir karena cedera betis kanan. Penyerang Santos itu juga absen dalam dua pertandingan pembuka Brasil di Piala Dunia.

Namun ia kembali melawan Skotlandia dan tampak mengesankan, yang sangat menyenangkan Ancelotti, yang mengatakan bahwa ia fit untuk bermain lebih dari 15 menit yang ia dapatkan melawan Skotlandia.

Baca Juga: Meski Tidak Akan Diperkuat Takefusa Kubo untuk Melawan Brasil, Hajime Moriyasu Tegaskan Jepang Tetap Bersemangat

"Neymar telah berkembang dengan sangat baik. Saya pikir dia banyak meningkat minggu lalu," kata Ancelotti. "Sayang sekali dia tidak bisa berlatih sepanjang waktu dia bersama kami," lanjutnya.

"Dia bisa bermain lebih dari 15 menit. Dia dalam kondisi bagus. Tapi itu sangat bergantung pada konteks pertandingan dan bagaimana perkembangannya besok," tegasnya.

Editor : Satria Putra Sejati
#babak 32 besar #brasil #carlo ancelotti #jepang #piala dunia 2026