RADAR JOGJA - Morgan Rogers mengatakan dia dan Jude Bellingham, 100 persen bisa bermain bersama di lini tengah Inggris.
Pelatih Three Lions, Thomas Tuchel memilih Bellingham di posisi nomor 10 dalam dua pertandingan grup pertama timnya di Piala Dunia 2026, setelah sebelumnya lebih memilih Rogers di posisi yang sama untuk sebagian besar pertandingan pemanasan mereka.
Sementara perdebatan tentang siapa yang harus diberi tanggung jawab tersebut saat Inggris berupaya melaju lebih jauh di turnamen masih berlangsung, Rogers mengatakan mereka bisa menjadi kombinasi yang efektif di lapangan.
Baca Juga: Ukir Sejarah Baru, Masyarakat Diajak Pilih Langsung Logo HUT Ke-81 Republik Indonesia
"Ya, 100%," kata gelandang Aston Villa itu. "Saya pikir kami memiliki kualitas yang berbeda. Jelas ada banyak kesamaan tetapi saya pikir ada banyak perbedaan dalam permainan kami," imbuhnya.
"Keterkaitan dalam memahami permainan satu sama lain sebaik siapa pun, karena kami sudah saling mengenal begitu lama, saya pikir itu adalah aspek kunci lain yang bisa sangat penting dan sangat bermanfaat di Piala Dunia," jelasnya.
Keduanya lahir dalam radius lima mil satu sama lain di Halesowen dan bermain melawan satu sama lain atau sebagai rekan satu tim di sepak bola junior sebelum berkembang bersama melalui tim muda Inggris.
Baca Juga: Van Gastel Percaya Kolaborasi Dengan Staf Lokal, Komposisi Tim Kepelatihan PSIM Jogja Dipertahankan
Rogers, yang memainkan peran kunci dalam kemenangan Villa di Europa League musim lalu, mengatakan dia kecewa tidak menjadi starter di dua pertandingan pembuka Inggris tetapi tidak menganggap enteng apa pun.
"Berharap bukanlah kata yang tepat. Namun, optimis," katanya. "Kekecewaan, tentu saja, saya kecewa. Saya ingin bermain di setiap pertandingan. Saya ingin menunjukkan kemampuan saya dan menunjukkannya di panggung terbesar," lanjutnya.
"Tetapi juga pemahaman. Saya tahu ini adalah tim, dalam peran skuad, dan ada banyak pertandingan," tegasnya.
Editor : Satria Putra Sejati