RADAR JOGJA - FIFA pada hari Kamis menegaskan kembali bahwa penggemar tidak akan dilarang membawa bendera pelangi ke dalam Lumen Field di Seattle untuk pertandingan terakhir Grup G Piala Dunia 2026 pada Sabtu (27/6) pagi antara Mesir dan Iran, meskipun ada keberatan dari federasi masing-masing negara.
Seattle PrideFest, yang telah diselenggarakan di kota itu sejak 2007 oleh sebuah organisasi nirlaba, menetapkan pertandingan 27 Juni untuk perayaan sebelum FIFA melakukan pengundian Piala Dunia.
Namun para pemimpin di federasi sepak bola masing-masing negara secara terbuka menolak gagasan tersebut, dengan mengatakan bahwa acara semacam itu bertentangan dengan nilai-nilai budaya dan agama.
Baca Juga: Gelar Malam Renungan, BNN Kabupaten Sleman Ajak Generasi Muda Bentengi Diri dari Narkoba
"Piala Dunia 2026 adalah acara inklusif yang menyambut orang-orang dari semua latar belakang," kata FIFA dalam sebuah pernyataan. "Penggemar dari semua orientasi seksual dan identitas gender dipersilakan hadir di pertandingan dan acara," imbuhnya.
"Pernyataan umum tentang hak asasi manusia, termasuk bendera pelangi dan bendera lain yang mewakili orientasi seksual dan identitas gender, diizinkan berdasarkan Kode Etik Stadion Piala Dunia 2026 dan dapat dipajang di dalam stadion asalkan digunakan dengan cara yang sesuai dengan kode tersebut," jelasnya.
FIFA hanya mengontrol stadion dan zona penggemar resmi di kota-kota tuan rumah Piala Dunia dan seharusnya tidak memiliki wewenang formal atas acara komunitas seperti Seattle PrideFest.
Baca Juga: Pemprov DIY Petakan Calon Asisten Sekprov, Enam Kepala OPD Telah Ikuti Assessment Center
Setelah pengundian tahun lalu, federasi sepak bola Mesir mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa mereka telah mengirim surat kepada FIFA yang secara kategoris menolak segala aktivitas yang terkait dengan dukungan terhadap homoseksualitas selama pertandingan.
FIFA pada hari Kamis merujuk wartawan ke komentar sebelumnya tentang masalah ini yang dibuat pada Januari 2026 oleh presiden FIFA Gianni Infantino kepada publikasi Jerman Die Weltwoche.
"Pertama-tama, saya harus mengklarifikasi bahwa tidak akan ada Pertandingan Pride di Piala Dunia. Akan ada pertandingan Piala Dunia FIFA di Seattle, dan pada hari yang sama, acara-acara yang diselenggarakan oleh organisasi eksternal akan berlangsung di kota tersebut. Tetapi itu tidak ada hubungannya dengan pertandingan itu sendiri."
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, FIFA dengan gigih membela hak negara tuan rumah untuk dihormati sepenuhnya oleh tim tamu.
Sekelompok federasi Eropa ingin kapten tim mereka mengenakan ban lengan "One Love" dengan beberapa warna pelangi yang melambangkan hak asasi manusia dan keragaman, yang oleh FIFA dan pejabat Qatar sebagian dianggap sebagai kritik terhadap emirat yang mengkriminalisasi hubungan sesama jenis.
Editor : Satria Putra Sejati