RADAR JOGJA - Pemain Portugal, Francisco Conceicao menolak anggapan bahwa tim merasa terpaksa untuk terus-menerus mencari Cristiano Ronaldo di lapangan pada Piala Dunia 2026 ini.
"Kami tidak memiliki kewajiban atau kebutuhan untuk mengoper bola kepadanya," kata Conceicao.
"Cristiano adalah contoh karena semangat yang dia tunjukkan setiap hari, seolah-olah itu adalah sesi latihan terakhirnya," imbuhnya.
Baca Juga: Waspadai Kylian Mbappe, Graham Arnold Ingin Menggunakan Tiga Kiper: Mereka Bilang Tidak Bisa
Para kritikus mengecam Portugal dan Ronaldo setelah hasil imbang 1-1 melawan RD Kongo di pertandingan pembuka.
Tim asuhan Roberto Martinez kembali berlatih pada hari Minggu untuk mempersiapkan diri menghadapi laga penting Grup K melawan Uzbekistan di Houston pada Rabu, dengan harapan meraih kemenangan pertama di turnamen ini.
Berbicara pada konferensi pers sebelum latihan di Palm Beach, Florida, Conceicao mengatakan bahwa tidak ada seorang pun seperti Ronaldo dalam hal mencetak gol dan bahwa penyerang veteran itu berada di Piala Dunia untuk membantu, sama seperti pemain lainnya.
"Tidak, saya pikir Cristiano, dengan kualitasnya dalam mencetak gol, saya rasa tidak ada orang seperti dia dalam hal itu," kata Conceicao. "Dan kami tidak memiliki kewajiban, kebutuhan untuk mengoper bola kepadanya," lanjutnya.
"Misalnya, berbicara untuk diri saya sendiri, saya mengoper bola kepada siapa pun yang menurut saya lebih baik tanpa penjagaan pada saat itu. Bukan berarti saya punya waktu untuk memikirkan siapa ... seperti apa wajah rekan setim di sebelah saya, tidak. Saya pikir kami melakukan semuanya berdasarkan insting, kami melakukan semuanya ... itu sepersekian detik, tidak ada waktu untuk itu. Dan tentu saja, Cristiano ada di sini untuk membantu, seperti pemain lain di tim nasional," jelasnya.
Conceicao melakukan debut Piala Dunianya dalam pertandingan imbang melawan Kongo, 24 tahun setelah ayahnya, Sergio Conceicao, bermain untuk Portugal di Piala Dunia di Korea Selatan dan Jepang.
Pemain sayap Juventus, Conceicao, yang telah menjadi pemain reguler untuk tim Serie A sejak kepindahannya secara permanen dari FC Porto musim panas lalu mengatakan bahwa ia terbiasa dengan tekanan di panggung besar.
"Saya pikir kita semua terbiasa dengan tekanan. Kita semua bermain di klub besar dan tekanan akan selalu ada. Kita terbiasa dengan itu, kita tahu bahwa ketika keadaan tidak berjalan dengan baik akan selalu ada lebih banyak tekanan, lebih banyak kritik. Terserah kita untuk memberikan jawaban terbaik di pertandingan berikutnya, untuk menunjukkan kualitas, untuk menang, dan untuk mengikuti jalan kita," tegasnya.
Editor : Satria Putra Sejati