Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

13 Asosiasi Tim di Piala Dunia 2026 Kecam Komentar Presiden UEFA Yang Menilai Pertandingan Tidak Menarik

Satria Putra Sejati • Senin, 15 Juni 2026 | 13:27 WIB
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin

RADAR JOGJA - Sekelompok 13 asosiasi tim-tim Piala Dunia dari Asia, Afrika, dan Karibia mengkritik Presiden UEFA Aleksander Ceferin karena diduga mengatakan turnamen yang diperluas menjadi 48 tim ini menciptakan pertandingan yang "tidak menarik".

Dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh Asosiasi Sepak Bola Afrika Selatan, 13 negara tersebut menyatakan kekecewaan yang mendalam menyusul komentar baru-baru ini yang dibuat oleh Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengenai perluasan Piala Dunia FIFA dan karakterisasinya terhadap banyak pertandingan sebagai 'tidak menarik'.

"Bagi negara kami, tidak ada yang namanya pertandingan Piala Dunia yang tidak penting," bunyi pernyataan itu.

Baca Juga: Pelatih Mesir Hossam Hasan: Hamza Abdelkarim Dipandang Sebagai Penerus Mohamed Salah

"Menyatakan bahwa pertandingan-pertandingan ini entah bagaimana kurang penting sangat mengecewakan dan gagal mengakui upaya, pengorbanan, dan aspirasi para pemain, pelatih, klub, pemimpin sepak bola, dan pendukung di seluruh dunia," lanjutnya.

Komentar Ceferin dikutip oleh situs web Slovenia, Zurnal 24 dan Dosi Senin lalu di sebuah konferensi di Ljubljana.

"Kami menolak komentar Presiden UEFA dan menegaskan kembali keyakinan kami bahwa pertumbuhan sepak bola harus terus menciptakan peluang, menginspirasi generasi baru, dan memperkuat sifat global sejati dari permainan kami," tambah pernyataan itu.

Baca Juga: Hasil Swedia vs Tunisia, Blagult Puncaki Grup F Piala Dunia 2026 Berkat Brace Yasin Ayari, Gyokeres dan Isak Ikut Nyekor

Bergabung dengan Afrika Selatan dalam pernyataan tersebut adalah tim debutan Piala Dunia, Tanjung Verde, Curacao, Yordania, dan Uzbekistan, bersama dengan Kongo, Haiti, Aljazair, Maroko, Mesir, Ghana, Pantai Gading, dan Tunisia.

"Bagi Tanjung Verde, Curacao, Yordania, dan Uzbekistan, kualifikasi untuk Piala Dunia FIFA merupakan pencapaian bersejarah dan perwujudan mimpi yang telah diimpikan oleh beberapa generasi," kata pernyataan itu.

"Bagi negara-negara seperti Kongo dan Haiti, kembali ke panggung sepak bola terbesar setelah absen lama memiliki makna khusus bagi jutaan pendukung yang telah menunggu bertahun-tahun, dan dalam beberapa kasus puluhan tahun, untuk momen ini," tutup pernyataan tersebut.

Baca Juga: Pelatih Curacao Dick Advocaat Akui Kekalahan dari Jerman 7-1 Bukanlah Sebuah Aib

Editor : Satria Putra Sejati
#Aleksander Ceferin #uefa #piala dunia