RADAR JOGJA - Olivier Giroud mengatakan bahwa mantan rekan setimnya di Chelsea dan AC Milan, Christian Pulisic, mengingatkannya pada Eden Hazard saat Hazard masih bermain untuk Chelsea, setelah memuji penampilan gemilang pemain sayap asal Amerika Serikat itu saat melawan Paraguay.
Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Prancis itu memuji Pulisic karena telah membantu AS memulai turnamen dengan kemenangan 4-1 dalam pertandingan pembuka mereka.
Giroud dan Pulisic menjadi rekan setim di Chelsea selama dua tahun hingga musim 2020/21, dan pemain Prancis itu memuji masa-masa mereka bersama di Premier League.
“Christian (Pulisic) mengingatkan saya pada Eden Hazard, dengan cara dia menghadapi lawan dan dengan mudah menggiring bola melewati mereka,” kata Giroud kepada BBC Sport.
"Saya bermain sebagai target man dan saya membutuhkan kecepatan serta pergerakan di sekitar saya, seseorang sepertinya yang bermain di ruang kosong antara lini dan menguasai bola, mencari saya, serta memanfaatkan umpan-umpan sundulan saya," imbuhnya.
“Saya tidak terkejut melihat permainannya yang bagus melawan Paraguay karena saya yakin dia memiliki apa yang dibutuhkan untuk membawa tim AS ke level berikutnya dalam beberapa pekan ke depan,” jelasnya.
Baca Juga: Pemkal Panggungharjo Klaim SKDL GMS Bantul yang diterbitkan Sah secara Hukum
Pulisic menampilkan performa kelas atas dengan memberikan assist kepada Folarin Balogun sebelum diganti pada babak pertama akibat tendangan ke betisnya, yang dijelaskan oleh pelatih kepala Mauricio Pochettino sebagai keputusan pencegahan.
“Saya selalu berpikir AS beruntung memiliki dia, karena dia memiliki keterampilan dan kecerdasan,” kata Giroud.
"Di Milan, kami biasa memanggilnya dengan julukannya, ‘Captain America’, karena meski ia tidak mengenakan ban kapten timnas AS, ia tetap menjadi pemain bintang mereka, dengan profil paling menonjol," jelasnya.
Baca Juga: Julian Nagelsmann Tegaskan Manuel Neuer Siap Bermain Saat Jerman Lawan Curacao di Piala Dunia 2026
“Tak ada yang mengharapkan AS akan menjuarai Piala Dunia ini, tetapi jika mereka berhasil lolos ke babak gugur, ia akan menjadi kunci,” tegasnya.
Selisih tiga gol dalam kemenangan ini merupakan yang terbesar bagi Amerika Serikat di Piala Dunia sejak dua kemenangan 3-0 di turnamen perdana pada 1930.
Tuan rumah bersama Piala Dunia ini akan menghadapi Australia dan Turki di Grup D selanjutnya.
Editor : Satria Putra Sejati