RADAR JOGJA - Penyerang Portugal, Rafael Leao mengatakan bahwa ia tidak pernah berniat untuk melukai Ivan Roman meskipun memukul wajah bek Chile tersebut selama pertandingan persahabatan pemanasan Piala Dunia 2026.
Pada menit ke-44 dalam pertandingan di Lisbon, Leao turun tangan untuk membela rekan setimnya, Joao Cancelo, yang didorong oleh Roman.
Leao dan Roman kemudian saling mencekik leher sebelum bintang AC Milan itu melayangkan pukulan ke arah bek Chili tersebut, yang jatuh ke tanah.
Kedua pemain tersebut mendapat kartu merah langsung.
"Mengenai kartu merah yang saya terima, saya hanya ingin melindungi rekan setim saya, tidak pernah berniat untuk melukai lawan!" tulis Leao di Instagram.
Bruno Fernandes memuji tindakan solidaritas Leao terhadap Cancelo.
Baca Juga: Terdampak Melemahnya Nilai Tukar Rupiah, Pengusaha Mebel di Bantul Mengeluh Pesanan Menurun
"Jelas, kami tidak ingin pemain diusir, tetapi saya ingin menyoroti solidaritas tim dan cara para pemain saling membela," kata Bruno.
"Leao menyadari bahwa Cancelo sedang dikepung di sana; dia adalah orang pertama yang sampai di sana dan kurang beruntung karena, di tengah dorongan, pemain Chili itu akhirnya jatuh. Tetapi penting untuk saling mendukung. Saya akan mengambil sisi positifnya, karena dukungan timbal balik di antara kami akan penting bagi kami di Piala Dunia," imbuhnya.
Portugal memenangkan pertandingan dengan skor 2-1, tetapi pelatih Roberto Martinez kecewa dengan kartu merah yang diterima Leao.
"Kami semua sangat bertekad dan dia bereaksi dalam situasi yang pasti akan sering terjadi di Piala Dunia," katanya.
"Jelas ini adalah contoh yang baik bahwa kita tidak boleh menyerah pada frustrasi atau melihat kartu merah dalam situasi itu," jelasnya.
Leao akan absen dalam pertandingan persahabatan pemanasan terakhir Portugal melawan Nigeria karena skorsing, tetapi ia akan tersedia untuk pertandingan pembuka Piala Dunia tim nasionalnya melawan DR Congo pada 18 Juni.
Baca Juga: DPRD Gunungkidul Awasi Tahapan Pilur Serentak di 31 Kalurahan, Regulasi Teknis Masih Difinalisasi
Editor : Satria Putra Sejati