RADAR JOGJA - Christian Eriksen sadar dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit setelah pingsan selama pertandingan persahabatan Denmark melawan Ukraina, yang memaksa pertandingan dihentikan pada Minggu (7/6) malam.
Eriksen tampak memegang dadanya sebelum jatuh ke tanah pada menit ke-65 pertandingan internasional di kota Odense, Denmark, dengan wasit Norwegia Sigurd Smehus Kringstad menghentikan pertandingan pada menit ke-79 karena insiden yang melibatkan gelandang VfL Wolfsburg tersebut.
"Dia sempat pingsan, tetapi segera sadar kembali," kata dokter tim nasional Morten Boesen dalam pernyataan federasi Denmark.
Mantan pemain Manchester United dan Tottenham itu sebelumnya mengalami serangan jantung dan harus diresusitasi di lapangan saat pertandingan Denmark melawan Finlandia di Euro 2020 di Kopenhagen pada Juni 2021.
Eriksen kemudian dipasangi alat pacu jantung khusus yang dikenal sebagai implantable cardioverter-defibrillator dan, setelah dilepas oleh Inter Milan, mampu memulai kembali karier bermainnya dengan tim Premier League Brentford pada Februari 2022, hanya delapan bulan setelah pingsan melawan Finlandia.
Para pemain Denmark dan Ukraina mengelilingi Eriksen saat ia dirawat. Keheningan menyelimuti kerumunan sebelum nyanyian "Eriksen, Eriksen" bergema di sekitar Nature Energy Park di Odense, Denmark.
"Christian baik-baik saja dan berjalan keluar lapangan sendiri. Menurut saya, alat pacu jantung merespons sebagaimana mestinya," imbuh Boesen.
"Ia sempat pingsan, tetapi sadar kembali dengan sangat cepat, dan kami segera menghubunginya."
"Ia akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit untuk menentukan penyebab insiden tersebut. Kami terus berkomunikasi dengannya dan para dokter di rumah sakit.
Baca Juga: Lomba Seni Budaya Jadi Ruang Ekspresi Sekaligus Ujian Regenerasi Seni di Kota Magelang
"Namun Christian baik-baik saja, dan ia meminta saya untuk menyampaikan salamnya kepada semua pemain dan memberi tahu mereka bahwa ia baik-baik saja."
Dalam unggahan di media sosial, klub Eriksen, VfL Wolfsburg, menulis: "Kami memikirkanmu, Christian," menambahkan bahwa mereka terus berkomunikasi dengan federasi Denmark.
"Semoga cepat sembuh," tambah unggahan tersebut.
Baca Juga: JAWA POS - RADAR JOGJA, EDISI SENIN, 8 JUNI 2026
Di X, Tottenham menulis: "Doa kami bersama Christian Eriksen dan keluarganya. Semoga cepat sembuh sepenuhnya, Christian." "Kami semua bersamamu."
Manchester United, klub yang ditinggalkan Eriksen pada tahun 2025, juga menyampaikan pesan dukungan.
"Semua orang di Manchester United merasa terhibur dengan kabar terbaru Denmark tentang Christian Eriksen setelah pertandingan persahabatan melawan Ukraina yang dibatalkan hari ini," tulis sebuah unggahan di X.
Baca Juga: Hendak Ambil Jebakan Tikus, Warga Ngaglik Sleman Justru Tercebur ke Sumur Sedalam Sepuluh Meter
"Klub mengirimkan kekuatan dan kasih sayang kepada Christian dan keluarga Eriksen sambil menunggu kabar lebih lanjut."
Baik Denmark maupun Ukraina adalah salah dua tim yang tidak lolos ke Piala Dunia.
Setelah kekalahan melawan Finlandia pada tahun 2021, rekan-rekan setim Eriksen berdiri di sekelilingnya membentuk tembok, melindunginya untuk menjaga privasinya.
Baca Juga: Pantau Kemiskinan hingga Bencana secara Real-Time, Bupati Endah Ingin Gunungkidul Punya War Room
Setelah menerima perawatan medis selama sekitar 10 menit, ia dibawa keluar lapangan dengan tandu.
Pertandingan dihentikan, dan UEFA mengatakan kedua tim mengadakan pertemuan darurat sebelum memutuskan untuk melanjutkan pertandingan. Finlandia kemudian menang 1-0, dan Eriksen dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.
Gelandang ini secara luas dianggap sebagai salah satu pemain terhebat dalam sejarah sepak bola Denmark. Ia memulai karier seniornya di Ajax sebelum bergabung dengan Tottenham, di mana ia membuat 305 penampilan, mencetak 69 gol dan memberikan 88 assist. assist.
Baca Juga: HUT Ke-79 Pemkot Jogja Dorong Wisata Niremisi Jadi Strategi Nilai Tambah Ekonomi Kota Jogja
Dia bergabung dengan Inter pada tahun 2020, kemudian tanpa klub selama delapan bulan setelah kegagalan pertamanya.
Setelah bermain di Brentford, dia menghabiskan tiga musim bersama Manchester United sebelum bergabung dengan klubnya saat ini, Wolfsburg.
Editor : Satria Putra Sejati