JOGJA – Penampilan impresif Cahya Supriadi di musim perdana berlaga di Super League 2025/2026 menarik minta banyak tim di Liga Indonesia. Tapi manajemen PSIM Jogja langsung bergerak cepat untuk mengamankan pilar pentingnya untuk menyongsong ketatnya kompetisi Super League musim 2026/2027.
Laskar Mataram secara resmi memastikan penjaga gawang andalannya, yang dijuluki Super Cahya bakal tetap bertahan di bawah mistar gawang untuk musim depan. General Manajer (GM) PSIM Jogja Steven Sunny menegaskan jika proses negosiasi antara manajemen dan Cahya Supriadi sudah berjalan dengan lancar dan tanpa kendala berarti. "Cahya sudah resmi diperpanjang," bebernya, Rabu (3/6).
Baca Juga: Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji Terjerat Kasus TKD, HB X: Selesaikan di Pengadilan!
Kepercayaan besar yang diberikan manajemen kepada kiper asal Karawang itu jelas bukan tanpa alasan. Jika menilik rapor performanya di musim 2025/2026 ini, kiper berusia 23 tahun ini memang layak disebut sebagai pahlawan di bawah mistar gawang PSIM Jogja.
Berdasarkan data statistik yang dihimpun, Cahya tampil begitu gigih dan menjadi salah satu kiper tersibuk di kompetisi Super League musim 2025/2026 ini. Tercatat kiper yang juga membela Timnas Indonesia ini bermain selama 32 pertandingan.
Baca Juga: Aturan TPP PNS Kulon Progo Dirombak, Prestasi Kerja Hingga Media Sosial OPD Jadi Indikator Penentu
Selain itu, Cahya Supriadi juga berhasil melakukan penyelamatan sebanyak 107 kali, sembilan kali cleansheet, dan mendapatkan satu assist.
Catatan 107 kali penyelamatan dari 32 laga menjadi bukti sahih betapa krusialnya peran Cahya dalam mementahkan peluang-peluang emas musuh.
Ia kerap kali menjadi dinding tebal yang membuat barisan penyerang lawan frustrasi. Tidak hanya tangguh dalam menghalau bola, Cahya juga membuktikan kapasitasnya sebagai kiper tangguh di PSIM Jogja.
Baca Juga: Aturan TPP PNS Kulon Progo Dirombak, Prestasi Kerja Hingga Media Sosial OPD Jadi Indikator Penentu
Dengan amannya tanda tangan Cahya Supriadi, pekerjaan rumah manajemen PSIM Jogja untuk membangun sektor pertahanan yang kokoh sedikit berkurang.
Sehingga, kini para suporter tinggal menunggu kejutan-kejutan perburuan pemain selanjutnya yang sedang digodok oleh tim pelatih dan manajemen untuk kembali berkompetisi di Super League musim depan. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo