JOGJA - PSIM Jogja dipastikan bakal tampil dengan kekuatan terbaiknya dalam laga pamungkas kompetisi Super League musim 2025/2026. Dalam laga pekan ke-34 itu nanti, tim berjuluk Laskar Mataram dijadwalkan menantang Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (22/5) sore nanti.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel mengaku tidak akan melakukan banyak rotasi pemain di laga melawan tim berjuluk Singo Edan nanti. Karena, pelatih asal Belanda menyatakan ingin selalu menjaga kestabilan tim.
"Saya percaya pada konsistensi," cetusnya, Rabu (20/5).
Baca Juga: Jean Paul van Gastel Buka Peluang Ubah Filosofi dan Gaya Main PSIM Jogja Musim Depan
Bukan tanpa alasan van Gastel menyatakan hal tersebut. Sebab pelatih berusia 54 tahun ini mengaku bukan tipe pelatih yang banyak melakukan pergantian pemain hanya demi melakukan pergantian saja.
"Karena di setiap pertandingan saya selalu ingin menang," tegasnya.
Namun meski begitu, van Gastel menyatakan jika keputusannya untuk tidak melakukan rotasi pemain itu bukan berarti tim pelatih meragukan kualitas para pemain pelapisnya. Menurutnya, memilih sebelas pertama yang paling siap adalah kewajiban mutlak seorang pelatih demi kepentingan lambang di dada.
"Saya tidak mengatakan bahwa jika saya memasukkan pemain yang berbeda kami tidak bisa menang, tetapi saya selalu berusaha menurunkan tim terbaik. Itulah tugas saya," tegasnya.
Tak hanya itu, di sisi lain, van Gastel sendiri juga tidak menampik adanya dinamika di dalam skuad, terutama bagi para pemain yang menit bermainnya minim. Baginya terkadang memang sulit untuk memilih para pemain pengganti dari bangku cadangan untuk bisa dimainkan.
"Terkadang memang sulit bagi para pemain pengganti, karena mereka sudah bekerja keras. Jadi, saya tidak bisa menyalahkan mereka jika mereka merasa kecewa. Tetapi mereka tetap harus terus bekerja keras," bebernya. (ayu).
Editor : Heru Pratomo