Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Roberto De Zerbi Klaim Laga Penentu Degradasi Tottenham Hotspur Lebih Besar Daripada Final Europa League

Satria Putra Sejati • Rabu, 20 Mei 2026 | 10:27 WIB
Roberto de Zerbi klaim laga Tottenham Hotspur melawan Everton untuk hindari degradasi lebih penting daripada final Europa League.
Roberto de Zerbi klaim laga Tottenham Hotspur melawan Everton untuk hindari degradasi lebih penting daripada final Europa League.

RADAR JOGJA - Roberto de Zerbi mengatakan pertandingan terakhir Tottenham Hotspur musim ini melawan Everton pada Minggu depan adalah pertandingan yang lebih besar bagi klub daripada final Europa League musim lalu karena berupaya mengamankan status di kasta tertinggi dan menghindari degradasi.

The Lilywhites kalah 2-1 dari Chelsea pada Rabu (20/5) dini hari, yang berarti pertarungan melawan degradasi berlanjut hingga hari terakhir.

Tottenham bertandang ke Stamford Bridge dengan mengetahui bahwa hasil imbang akan secara efektif mengamankan status di kasta tertinggi untuk satu tahun lagi.

Baca Juga: Chelsea 2-1 Tottenham Hotspur, The Blues Akhiri Puasa Kemenangan, The Lilywhites Berjuang Hindari Degradasi

Namun sebaliknya, Chelsea yang menang atas rival dengan Enzo Fernandez mencetak gol dari jarak jauh di babak pertama, dan Andrey Santos menggandakan keunggulan di menit ke-67.

Richarlison mencetak gol di menit ke-74, tetapi Spurs tidak dapat memaksa gol penyeimbang.

Kekalahan tersebut berarti Tottenham tetap unggul dua poin dari West Ham dengan selisih gol yang jauh lebih unggul. Pada hari terakhir musim ini, Spurs menjamu Everton, sementara West Ham menyambut Leeds di London Stadium.

Baca Juga: Manchester City Ditahan Imbang Bournemouth, Arsenal Resmi Sabet Gelar Juara Premier League

"Hari Minggu adalah final bagi Tottenham, bukan di Bilbao melawan Manchester United seperti musim lalu, tetapi ini adalah pertandingan terpenting," kata De Zerbi.

"Kami bermain untuk sesuatu yang lebih penting daripada trofi, kebanggaan, sejarah klub, martabat lebih penting daripada trofi. Trofi bisa dimenangkan, tetapi yang terpenting adalah menjaga martabat, menjaga kebanggaan," imbuhnya.

"Saya telah menjalani 45 hari terakhir hanya untuk satu hal. Setiap pemain, fokus mereka adalah pada target bertahan hidup, mereka bekerja lebih keras selama seminggu dan setiap dari kita ingin mencapai tujuan itu," jelasnya.

Baca Juga: Pembelian Juga via Online, Pasar Tiban Hewan Kurban Mulai Bermunculan di Kebumen

James Maddison tampil mengesankan dari bangku cadangan untuk Spurs, tetapi De Zerbi mengatakan keterlibatannya masih terbatas pada 20 menit karena ia terus berupaya untuk kembali ke kondisi fisik penuh setelah cedera ACL.

Masuknya dia memberi Spurs dorongan baru, dan di akhir pertandingan, Spurs tampak seperti mereka mungkin telah memaksa penalti. Spurs sedang bersiap untuk tendangan sudut, dan dengan bola melayang di atas gawang, wasit Stuart Attwell meniup peluit tanda pelanggaran dari Marc Cucurella terhadap Micky van de Ven.

Spurs memprotes penalti tetapi Attwell memutuskan bahwa tendangan sudut belum diambil. De Zerbi tidak mau berkomentar tentang insiden tersebut, tetapi malah meminta para penggemar untuk membantu tim meraih kemenangan melawan Everton pada hari Minggu.

Baca Juga: Anggota DPRD Kota Jogja I Putu Dewa Adhi Yogana Dorong Setiap Jengkal Tanah Jadi Lahan Pertanian Produktif

"Mereka fantastis, fantastis dan kami harus mengucapkan terima kasih," katanya.

"Jika kita berbicara tentang penalti maka kita kehilangan fokus dan kita kehilangan energi. Fokus saya adalah pada 11 pemain terbaik yang bisa saya dapatkan dan mempersiapkan mereka dengan sebaik-baiknya. Ini hari yang besar bagi kami," tegasnya.

Editor : Satria Putra Sejati
#final europa league #degradasi #Roberto De Zerbi #premier league #tottenham hotspur