JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel berharap dukungan penuh suporter saat Laskar Mataram menjalani laga kandang terakhir menghadapi Madura United, di kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 ini di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (17/5) malam.
PSIM saat ini berada dalam kondisi cukup positif setelah memastikan diri aman dari degradasi. Pada laga kandang terakhirnya, PSIM juga meraih kemenangan 2-0 atas Malut United.
Di klasemen sementara BRI Super League 2025/2026, PSIM menempati posisi ke-11 dengan koleksi 42 poin.
Sementara calon lawannya, Madura United, berada di peringkat ke-15 dengan 32 poin dan masih berjuang menjauh dari zona bawah.
Meski secara performa cukup stabil, dukungan suporter di SSA sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa laga terakhir.
Jumlah penonton bahkan sempat turun di kisaran 1.800 orang, sebelum kembali meningkat menjadi sekitar 5.000 penonton pada pertandingan pekan lalu.
Secara pribadi, Van Gastel turut berharap tren positif tersebut berlanjut di laga penutup kandang musim ini.
"Saya berharap para suporter itu datang dan mereka akan mendukung kami seperti biasa, seperti yang selalu mereka lakukan," ujar Van Gastel, Sabtu (16/5).
Pelatih asal Belanda itu menegaskan, bahwa timnya tetap akan fokus meraih kemenangan, meski laga tersebut memiliki nuansa berbeda sebagai penutup di hadapan publik sendiri.
"Untuk kami, bagi saya ini seperti pertandingan biasa. Kami selalu mencoba untuk menang, itu tidak berubah," katanya.
Lebih dari itu, ia juga mengakui laga kandang terakhir musim ini memiliki nilai tersendiri, terutama dalam konteks hubungan tim dengan suporter.
"Ini laga terakhir di kandang musim ini, jadi menurut saya ini terasa sedikit lebih spesial," tambahnya.
Van Gastel mengaku masih dalam proses memahami dinamika suporter di Indonesia, termasuk tradisi yang mungkin terjadi di laga kandang terakhir tim.
"Saya belum tahu apa yang biasanya terjadi di sini saat laga kandang terakhir. Ini akan jadi pengalaman baru bagi saya," ungkapnya.
Meski demikian, ia memastikan laga tersebut bukan menjadi perpisahan dengan suporter, mengingat dirinya masih akan menangani PSIM pada musim depan.
"Ini bukan laga kandang terakhir saya, karena saya akan bertahan satu tahun lagi. Tapi untuk musim ini, ini yang terakhir," tuturnya.
Sementara itu, salah satu suporter PSIM M. Fatoni, mengaku telah mengamankan tiket untuk menyaksikan langsung laga tersebut dan berharap atmosfer stadion kembali ramai.
"Saya sudah beli tiket. Ini laga terakhir di kandang, jadi pasti ingin datang langsung. Harapannya suporter bisa lebih ramai dari pertandingan sebelumnya," ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan langsung di stadion menjadi penting sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan tim sepanjang musim ini.
"Walau target utama sudah tercapai, kami tetap ingin tutup musim di kandang dengan hasil yang bagus. Saya yakin PSIM menang," tambahnya. (iza)
Editor : Bahana.