SLEMAN – Bumi Sembada siap menghijau. Sedikitnya 27 titik nonton bareng (nobar) disiapkan serentak di berbagai wilayah Sleman.
Warga dapat menyaksikan laga final Pegadaian Championship (Liga 2) bareng-bareng antara PSS Sleman melawan Garudayaksa, Sabtu (9/5/2026).
Antusiasme masyarakat begitu tinggi. Pendopo kapanewon, halaman kalurahan, hingga lapangan terbuka disulap menjadi pusat dukungan bagi Super Elja yang bertanding di Stadion Maguwoharjo.
Nobar massal ini digelar untuk memfasilitasi suporter yang tidak kebagian tiket pertandingan. Jumlah tiket final diketahui hanya sekitar 16 ribu lembar. Selain itu, nobar juga diharapkan bisa memecah kerumunan suporter di luar stadion.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Abu Bakar mengaku bangga melihat antusiasme warga dan pemerintah wilayah dalam mendukung PSS Sleman.
“Ini luar biasa. Hampir seluruh kapanewon bergerak. Semangat warga untuk mendukung PSS benar-benar terasa,” ujarnya saat dihubungi.
Abu mengatakan, keberhasilan PSS Sleman melaju ke final menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sleman. Terlebih, momen itu bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110 pada 15 Mei mendatang.
“Prestasi ini seperti hadiah spesial untuk masyarakat Sleman. Semoga bisa menjadi momentum kebangkitan dan kebanggaan bersama,” katanya.
Mantan Panewu Depok itu juga menyampaikan terima kasih kepada kapanewon dan kalurahan yang ikut memfasilitasi nobar di wilayah masing-masing.
“Kami sangat mengapresiasi teman-teman di kapanewon dan kalurahan yang sudah menyambut baik dengan menggelar nobar. Semangat ini adalah bentuk penghargaan kita semua atas kerja keras dan prestasi yang diraih PSS Sleman,” tambahnya.
Hampir seluruh wilayah Sleman ikut ambil bagian. Mulai dari Sleman barat, tengah, utara, hingga timur dipastikan menjadi kantong hijau pendukung Laskar Sembada.
Wilayah Kapanewon Tempel menjadi salah satu kawasan dengan titik nobar terbanyak. Selain di Pendopo Kapanewon Tempel, nobar juga digelar di Kalurahan Tambakrejo, Pondokrejo, dan Merdikorejo.
Di wilayah lain, nobar dipusatkan di pendopo kapanewon. Antara lain di Seyegan, Minggir, Moyudan, Cangkringan, hingga Berbah.
Kawasan utara Sleman juga tak kalah semarak.
Warga Pakem menggelar nobar di halaman Museum Gunung Merapi serta Gantangan PSR Srowolan Purwobinangun.
Sementara di pusat kota Sleman, Lapangan Denggung diprediksi menjadi salah satu titik keramaian utama. Lokasi itu disiapkan sebagai pusat nobar warga Sleman Kota.
Wilayah Depok, Gamping, Ngemplak, Kalasan, hingga Prambanan juga turut menggelar nobar di pendopo maupun kantor kalurahan.
Di Ngaglik, nobar berlangsung di Lapangan Sardonoharjo dan Lapangan Klidon. Sedangkan di Mlati, warga bisa menyaksikan laga final di Pendopo Kapanewon Mlati, Aula Kalurahan Sinduadi, dan Halaman Kalurahan Sumberadi.
Sumberadi Siapkan Snack dan Minuman Gratis
Kalurahan Sumberadi menyiapkan konsep nobar yang lebih merakyat. Selain layar besar, panitia menyediakan minuman gratis dan snack untuk penonton.
Halaman kalurahan diperkirakan mampu menampung sekitar 500 orang. Sebelum kick off, masyarakat juga akan dihibur dengan karaoke.
Jaga Baya Kalurahan Sumberadi, Anton Wahyu Purnomo mengatakan antusiasme warga sangat tinggi karena ada kedekatan emosional dengan salah satu pemain PSS Sleman.
Pasalnya, gelandang bertahan PSS Sleman bernomor punggung 76, Dominicus Dion, merupakan warga asli Warak Kidul, Kalurahan Sumberadi.
“Warga bangga sekali. Dion ini putra daerah. Kehadirannya di final membuat masyarakat semakin semangat mendukung PSS,” ujarnya.
Menurut Anton, keberhasilan Dion menembus skuad utama PSS Sleman ikut mengharumkan nama Padukuhan Warak Kidul dan Kalurahan Sumberadi.
“Semoga ini jadi inspirasi anak-anak muda di kampung. Bahwa dari desa juga bisa tampil dan berprestasi di sepak bola profesional,” katanya. (naf)
Editor : Bahana.