Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gaji Belum Dibayar Empat Bulan, Pemain PSBS Biak Pilih Mogok Bertanding saat Bertemu Dewa United

Rizky Wahyu Arya Hutama • Rabu, 6 Mei 2026 | 11:17 WIB

 

Sejumlah pemain PSBS Biak yang menyatakan mogok berlatih dan bertandingan jika tuntutan gaji tidak terpenuhi - Rizky Wahyu Arya - RADAR JOGJA
Sejumlah pemain PSBS Biak yang menyatakan mogok berlatih dan bertandingan jika tuntutan gaji tidak terpenuhi - Rizky Wahyu Arya - RADAR JOGJA

SLEMAN - Kisruh internal di PSBS Biak memuncak. Pemain menyatakan ancaman akan mogok berlatih dan bermain dalam lanjutan kompetisi Super League musim 2025/2026 melawan Dewa United, Jumat (8/5) nanti.

Ancaman tersebut dipicu oleh tunggakan gaji selama empat bulan yang belum diselesaikan oleh manajemen klub. Para pemain telah berkumpul dan membuat pertemuan dengan manajer tim, staf ofisial, dan pelatih, pada Selasa (5/5) malam.

Dalam pertemuan itu para pemain sepakat menyatukan suara agar pihak manajemen segera menyelesaikan hak-hak mereka. 

"Kami minta gaji yang tertunggak ini dilunasi baru kami mau main lawan Dewa," kata salah satu pemain PSBS Biak Nelson Alom, Selasa (5/5) malam.

Selain meminta gaji, lanjut Nelson, para pemain juga meminta jika manajemen sudah mendapatkan sumber dana, maka mekanismenya harus pemain dulu yang didahulukan untuk mendapatkan gajinya. 

Baca Juga: Preview Bayern Munich vs PSG, Luis Enrique dan Vincent Kompany Harapkan Pertandingan Tingkat Tinggi

"Gaji pemain dulu, jangan dipergunakan untuk yang lain," tegasnya. 

Oleh karena itu, Nelson menyatakan para pemain sepakat, jika pada Kamis (7/5) nanti manajemen tidak melunasi gaji, maka  pemain tidak akan melakukan latihan dan official training jelang melawan Dewa United tersebut. 

"Kami juga tidak mau Coach Mihail kembali," jelasnya. 

Sementara, Manajer PSBS Biak Alex Yarangga menjelaskan jika ketegasan para pemain itu bukan sekadar gertakan. Ada komitmen kolektif di ruang ganti jika belum ada kepastian pembayaran dari pihak manajemen. 

"Iya benar (tidak mau main dan latihan). Saya sebagai manajer akan melanjutkan bagian ini ke dewan direksi untuk bisa menyelesaikan hak-hak pemain dan ofisial, apalagi kompetisi akan berakhir Mei ini," cetusnya. 

Alex pun juga berharap supaya manajemen dan dewan direksi segera menyikapi dan menyelesaikan masalah tersebut. Sebab pihaknya tak ingin terjadi masalah di sisa pertandingan yang ada di kompetisi Super League musim 2025/2026 ini.

Baca Juga: Keanu Sanjaya Bawa Timnas Indonesia U17 Awali Piala Asia U17 dengan Kemenangan atas China

"Apalagi sampai pemain mau mogok bertanding, kan ini menjadi soal. Mudah-mudahan ada solusi untuk pertanyaan daripada teman-teman (pemain) dan ofisial semua," tandasnya. (ayu).

Editor : Bahana.
#psns biak #tunggakan gaji psbs biak #pemain psbs ancam mogok