RADAR JOGJA - Arsenal mengincar akhir musim bersejarah setelah Bukayo Saka membawa tim asal London itu ke final Liga Champions pertama dalam 20 tahun dengan kemenangan atas Atletico Madrid di Emirates pada Rabu (6/5) dini hari.
Saka memanfaatkan bola rebound pada menit ke-44 setelah tembakan Leandro Trossard diselamatkan oleh Jan Oblak untuk memberi Arsenal kemenangan 1-0 atas Atletico di leg kedua semifinal dan kemenangan agregat 2-1.
Ini akan menjadi final kedua Arsenal di kompetisi utama Eropa, setelah kalah di final 2006 dari Barcelona. Kali ini mereka akan menghadapi juara bertahan Paris Saint Germain atau juara Jerman Bayern Munich di Budapest, Hungaria.
PSG memenangkan leg pertama semifinal yang mendebarkan dengan skor 5-4, dan leg kedua akan berlangsung di Munich pada Kamis (7/5) dini hari.
"Ini malam yang luar biasa, kami kembali membuat sejarah bersama, dan saya tidak bisa lebih bahagia, lebih bangga untuk semua orang yang terlibat dalam klub sepak bola ini," kata manajer Arsenal Mikel Arteta.
"Atmosfer, dukungan kami telah menciptakan energi, cara mereka mengendalikan setiap bola bersama kami, mereka membuatnya istimewa dan unik, saya tidak pernah merasakan hal itu di stadion," imbuhnya.
"Kami tahu betapa berartinya ini bagi semua orang, kami memberikan segalanya, para pemain melakukan pekerjaan yang luar biasa dan setelah 20 tahun dan untuk kedua kalinya dalam sejarah kami, kami kembali ke final Liga Champions," jelasnya.
Penantian untuk gelar Liga Champions pertama bagi Atletico masih berlanjut, setelah dua kali mencapai final di bawah pelatih Diego Simeone pada tahun 2014 dan 2016, kalah dua kali dari rival sekota Real Madrid.
Arsenal mendominasi penguasaan bola di babak pertama tetapi kedua tim tidak menguji kiper lawan dalam pertandingan yang ketat dan fisik sebelum tim tuan rumah mencetak gol melalui pemain sayap andalannya.
Baca Juga: Jawa Pos - Radar Jogja, edisi Rabu 6 Mei 2026
Itu adalah gol ke-13 Saka di Liga Champions untuk Arsenal, menempatkannya di posisi keempat dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub.
"Ini sangat indah, Anda senang melihat apa artinya bagi kami, apa artinya bagi para penggemar, kami semua sangat bahagia," kata Saka.
Ini bisa menjadi musim yang istimewa bagi Arsenal, yang kini hanya tinggal satu pertandingan lagi untuk meraih gelar Piala Eropa pertama dan tiga pertandingan lagi untuk meraih gelar Premier League pertama dalam 22 tahun.
The Gunners dijamin akan meraih gelar liga domestik jika memenangkan tiga pertandingan tersisa, setelah Manchester City ditahan imbang 3-3 di Everton.
"Semua orang dapat merasakan perubahan energi, keyakinan, dalam segala hal. Mari kita gunakan dengan cara yang benar dan pahami bahwa margin dan kesulitan dari apa yang ingin kita capai sangat besar, tetapi kita memiliki kemampuan dan keyakinan untuk melakukannya," tegas Saka.
Saka baru berusia 4 tahun ketika Thierry Henry Cs kalah dari Barcelona di Stade de France pada tahun 2006. Namun, lulusan akademi Arsenal ini akan diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan malam itu di Paris untuk klub yang ia gabung ketika ia baru berusia 8 tahun.
Setelah menginspirasi Arsenal untuk meraih kemenangan 3-0 melawan Fulham, Saka kembali menjadi arsitek kemenangan tersebut.
Editor : Satria Putra Sejati