SLEMAN - Jelang laga penentuan antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Minggu (3/5) sore, dua kelompok suporter, Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania mengingatkan seluruh pendukung Laskar Sembada. Yakni untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan aksi berlebihan meski tim meraih kemenangan.
Salah seorang perwakilan BCS Bintang mengatakan, menjaga marwah PSS sebagai tuan rumah di laga melawan PSIS nanti merupakan hal yang penting dilakukan. Baginya, yang paling penting saat ini adalah bagaimana para suporter fokus untuk mendukung tim kebanggaan. "Kami mengimbau seluruh teman-teman untuk tetap satu komando. Kemenangan adalah target," lontarnya, Jumat (1/5/2026).
Bukan tanpa alasan Bintang mengatakan hal itu. Sebab, menurutnya, juka ada flare dan hal lain yang dilarang di stadion di laga nanti, hal itu akan berpotensi mengacaukan kepastian PSS menjadi tuan rumah di laga final.
Baca Juga: Waspadai Lini Serang PSIS Semarang dan Asnyari Lubis Minta PSS Sleman Main Agresif Sejak Awal
Apalagi jika ada konvoi terlalu cepat di jalanan, itu juga dikhawatirkan akan mempengaruhi izin keamanan dari pihak kepolisian. Maka dari itu, BCS mengimbau kepada para anggotanya agar mendukung tim seperti biasa dengan nyanyian dan memberikan motivasi kepada para pemain.
"Besok kami akan siapkan koreografi yang spesial. Tunggu saja di stadion," ungkapnya.
Senada dengan Bintang, Ketua Umum Slemania Richo Dwi Kuncoro juga mengingatkan kepada para anggotanya agar tidak melakukan tindakan yang berlebihan. "Kami akan all out untuk dukung PSS. Tapi kami akan tertib tidak menyalakan flare dan konvoi," tegasnya.
Selain itu, sebagai bentuk dukungan untuk PSS Sleman, Richo mengaku juga akan menyiapkan koreografi yang menarik di laga melawan Laskar Mahesa Jenar nanti. "Akan ada hand banner yang kami siapkan," bebernya. (ayu/laz)