RADAR JOGJA - Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis mewanti-wanti tim besutannya untuk tidak lengah saat menghadapi PSIS Semarang dalam pertandingan pekan ke-27 Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion Maguwoharjo pada Minggu (3/5) mendatang.
Dengan satu pertandingan tersisa, nasib Super Elja dipertaruhkan disini. Kemenangan akan membawa tim asal Bumi Sembada tersebut kembali ke kasta tertinggi. Untuk itu, mereka tidak boleh terpeleset, apalagi di laga yang sangat penting ini.
Dengan kondisi PSIS yang kini tanpa beban karena sudah mencapai target (lepas dari ancaman degradasi), pelatih yang kerap disapa Uwak tersebut ingin para pemain PSS memberikan segalanya sejak awal.
Baca Juga: Head to head PSS Sleman vs PSIS Semarang, Super Elja Dominan, Namun Tetap Harus Waspada
"Tidak boleh ada pemain yang bermain setengah hati atau sekadar berjalan di lapangan. Semua harus aktif terlibat dalam setiap fase permainan," kata pelatih kelahiran Tebing Tinggi tersebut, dilansir dari laman resmi klub.
Uwak percaya dengan bermain agresif sejak awal, apalagi bisa mencetak gol maka tekanan yang akan didapatkan tim besutannya akan lebih berkurang.
Namun, perhatian pelatih 55 tahun tersebut tertuju pada lini serang PSIS yang menunjukkan taringnya pada putaran ketiga.
Baca Juga: Fasilitasi Pengasuhan Anak Buruh, Ahmad Luthfi Resmikan Daycare Tripartit Berdikari
Tercatat, Laskar Mahesa Jenar pada musim ini telah mencetak 22 gol. Namun, yang lebih menjadi sorotan adalah adanya 13 gol yang dicetak hanya dalam delapan laga terakhir.
"Terakhir kita melihat mereka saat menghadapi Tornado, PSIS menunjukkan kualitas yang cukup baik. Mereka mampu bermain dengan berani dalam menguasai bola, berani membangun serangan dari berbagai lini, serta memiliki penyerang yang cukup tajam dalam memanfaatkan peluang," imbuhnya.
“Mereka juga memiliki kualitas permainan yang bagus, tetapi kita juga punya kualitas yang sama. Jadi saya kira siapa yang bisa bermain lebih baik akan meraih kemenangan di pertandingan,” jelasnya.
Baca Juga: Gubernur Jawa Tengah Hadir Dalam Peringatan May Day, Ahmad Luthfi : Buruh Pahlawan Ekonomi
Editor : Satria Putra Sejati