SLEMAN – PSS Sleman kini hanya berjarak dua kemenangan lagi untuk kembali ke kasta teratas Liga Indonesia. Dua laga tersebut melawan tim papan bawah Grup Timur Championship musim 2025/2026, Periba Balikpapan dan PSIS Semarang.Menang melawan kedua tim itu adalah syarat mutlak untuk promosi.
Melihat rekor pertemuan dengan dua tim itu menunjukkan keunggulan dari Dominikus Dion dan kawan-kawan. Super Elang Jawa sudah mengantongi dua kemenangan atas masing-masing lawan tersebut di dua pertemuan sebelumnya. Jika bisa menyapu bersih, PSS akan langsung promosi ke Super League dan menghadapi jawara grup pada partai final Championship 2025/2026.
Baca Juga: Kejari Gunungkidul Sidak Balai Kalurahan Ngalang, Uber Dua Dokumen Ini Terkait Sengketa Tanah SG
Hitung-hitungannya, tim besutan Ansyari Lubis ini akan mengoleksi total 58 poin. Akan tetapi, jika terpeleset sekali atau seri, poin maksimal menjadi 56. Perolehan poin itu masih bisa menang, jika dihadapkan dengan Persipura Jayapura yang duduk di posisi kedua dengan 50 poin. PSS masih diuntungkan jika Persipura berhasil menyapu bersih dua laga sisa. Sebab tim yang lahir 20 Mei 1976 silam itu masih unggul surplus gol yang mencolok +31 dari Boaz Salossa dan kawan-kawan.
Persipura hanya bisa berharap PSS terpeleset minimal satu laga. Di sisi lain, Barito Putera FC yang duduk di peringkat ketiga dengan 49 poin wajib menang sapu bersih sembari berdoa PSS Sleman dan Persipura Jayapura tumbang di dua laga sisa.
Baca Juga: Tinggalkan Penguasaan Bola, Taktik "Parkir Bus" PSIM Jogja Sukses Redam Persija Jakarta
Pelatih PSS Ansyari Lubis menyatakan saat ini para pemainnya sudah siap untuk memenangkan dua laga sisa ke depan. Mengingat kemenangan itu dapat membawa tim besutannya bisa promosi secara otomatis. "Target kami bisa menang di semua laga," tegasnya, Rabu (22/4).
Saat ini pelatih yang akrab disapa Uwak itu ingin para pemainnya fokus dalam menjalani latihan. Dia ingin membawa PSS Sleman promosi ke Super League dengan nyaman. "Kami tidak mau kehilangan poin lagi. Chance (peluang) kami sangat besar, tetapi semuanya harus kerja keras," lontarnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo