Hasil imbang 1-1 dengan PSIM Jogja dalam lanjutan BRI Super League pekan ke-29 di Stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali, Rabu (22/4) membuat kubu Persija kecewa. Pelatih Mauricio Souza menilai timnya tampil dominan dan seharusnya mampu mengamankan kemenangan jika lebih efektif dalam penyelesaian akhir.
"Saya rasa tadi pertandingan dari satu sisi saja. Lawan hanya tiga kali mencapai gawang kita dan mereka bisa mencetak satu gol, sementara kita punya 25 kesempatan," ujar Souza usai pertandingan.
Pelatih berkebangsaan Brazil itu menegaskan, bahwa kegagalan memanfaatkan peluang, termasuk penalti yang terbuang, menjadi faktor utama timnya gagal meraih tiga poin.
"Tidak ada gunanya jika kita menciptakan peluang sebanyak tadi tapi tidak bisa mencetak gol. Kita harus lebih tajam dan lebih kompeten di depan," tegasnya.
Kekecewaan juga disampaikan pemain Persija Fajar Fathurrahman, yang menyebut hasil ini tidak sesuai dengan dominasi yang ditunjukkan timnya di lapangan.
Hasil ini membuat PSIM setidaknya mendapatkan suntikan moral untuk keluar dari tren buruk setelah di beberapa pertandingan terakhir meraih hasil minor, sementara Persija harus segera membenahi efektivitas lini depan mereka jika ingin tetap bersaing di papan atas.
"Hasil yang mengecewakan bagi kami. Tapi inilah sepak bola, kami sudah mengontrol permainan dan akan terus bekerja sampai akhir," ujar Fajar.
Editor : Heru Pratomo