SLEMAN - Tekanan terhadap PSS Sleman semakin terasa jelang berakhirnya kompetisi Championship musim 2025/2026.
Hasil kurang maksimal saat melakoni laga tandang menghadapi Barito Putera FC di pekan lalu membuat posisi Laskar Sembada di klasemen sementara kurang menguntungkan.
Memasuki laga ke-25, untuk sementara PSS Sleman berada di peringkat ketiga klasemen dengan 49 poin.
Sementara Persipura Jayapura berhasil melesat ke puncak klasemen setelah mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 3-1, Sabtu (18/4) lalu dengan raihan 50 poin.
Baca Juga: Terseret Ombak di Pantai Watu Kodok, Wisatawan Asal Kulon Progo Cedera Lutut Gara-gara Hantam Karang
Beruntung, salah satu pesaing berat PSS Sleman, Barito Putera FC hanya mampu bermain imbang dengan Persiba Balikpapan dengan skor 3-3.
Barito kini mengemas poin sama dengan PSS Sleman, 49 poin.
Sedangkan posisi PSS Sleman di klasemen Liga 2 masih pada pekan 25 masih akan ditentukan pada laga menjamu Persiku Kudus, di Stadion Maguwoharjo, Senin (20/6/2026).
Seperti diketahui Liga 2 memasuki masa krusial bagi sejumlah tim.
Terutama di grup timur atau grup B, karena ketiga tim- Barito, PSS, dan Persipura memiliki selisih poin sangat tipis.
Direktur teknik PSS Sleman Pieter Huistra mengaku sangat menyadari betul posisi timnya saat ini.
Pria asal Belanda ini ingin para pemain bisa menunjukkan semangat ingin menang.
"Kami masih memiliki tim yang bagus untuk level Liga 2 dan tim kami sangat solid. Mereka semua siap berjuang untuk satu sama lain, untuk klub, dan untuk para pendukung," jelasnya, Minggu (19/4).
Huistra juga berharap para pemain selalu siap dan berkonsentrasi di pertandingan pekan ke-25 itu nanti.
Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Menteri ESDM Bahlil Tegaskan Ikuti Mekanisme Pasar
Mengingat, PSS Sleman tidak boleh kalah ataupun imbang jika ingin kembali memuncaki klasemen Grup Timur.
"Kami sudah mengenal tim mereka (Persiku) dan sudah melakukan persiapan, serta pekerjaan rumah. Kami tahu apa yang harus dilakukan, yakni tiga poin untuk PSS," tegasnya. (ayu).
Editor : Bahana.