RADAR JOGJA – Kondisi PSBS Biak di BRI Super League 2025/26 semakin buruk. Salah satu pemain Laskar Badai Pasifik, George Brown buka suara.
Dalam krisis tersebut, yang menjadi masalah utama klub adalah keuangan tim yang membuat gaji pemain dan staf belum dibayarkan.
Tidak hanya dalam sepekan atau dua pekan, dikabarkan ada pemain dan staff yang belum menerima haknya hingga dua setengah sampai tiga bulan.
Baca Juga: Lionel Messi dan AFA Digugat Karena Absen Dalam Pertandingan Persahabatan
Mengatasi hal tersebut, para pemain dan staff mengambil Langkah dengan membuat surat terbuka yang ditujukan ke PSBS, Ileague dan PSSI.
“Kami menulis surat ini untuk dengan hormat meminta perhatian dan bantuan terkait situasi yang sedang berlangsung yang memengaruhi beberapa pemain dan staf di PSBS Biak,” demikian isi surat tersebut, dilansir dari Jawapos.com.
Krisis tersebut semakin parah dan sudah memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Baca Juga: Presiden FIFA Gianni Infantino Tegaskan Iran Akan Bermain di Piala Dunia
George Brown pun mengkonfirmasi kondisi tersebut melalui sudut pandangnya sebagai pemain aktif PSBS.
Dampak dari masalah tersebut kini sudah bukan hanya masalah gaji, namun menyentuh kebutuhan dasar sehari-hari seperti air minum setelah latihan, makanan di mess pemain lokal, hingga kendaraan tim yang ditarik.
Tidak hanya itu, masalah juga merembet ke tempat tinggal para pemain. Pemain asing bahkan sudah menerima surat pengosongan apartemen akibat tunggakan pembayaran yang belum diselesaikan oleh pihak klub.
George mengungkapkan situasi tim semakin tidak menentu menjelang pertandingan penting melawan Persija akhir pekan ini.
“Belum tau. Belum ada update untuk latihan. Kemaren gak latihan karna lapangan gak dibayar. Kita harus main lawan Persija, mau gimana menang,” ujarnya kepada JawaPos.com, Kamis (16/4).
Pernyataan itu menggambarkan betapa tidak idealnya persiapan tim.
Bahkan, mantan pemain Persebaya tersebut mengutarakan belum ada kejelasan untuk kedepannya baik dari tempat tinggal maupun persiapan pertandingan.
“Belum ada kabar lagi (soal tempat tinggal). Iya betul, kata nya 3 hari lagi mess harus di mengosongkan. Pemain asing juga dapet surat keluar dari apartemen kemaren, karena gak bayar sudah lama,” jelasnya.
Beberapa pemain bahkan lebih memilih untuk mencari Solusi sendiri untuk bertahan dan membayar tempat tinggal secara mandiri.
"Saya di apartemen, bayar sendiri,” tegasnya. Langkah itu diambil agar tetap memiliki tempat tinggal di tengah situasi yang tidak jelas.
Editor : Satria Putra Sejati