JOGJA - Melambungnya harga avtur ternyata sangat berdampak pada biaya operasional PSIM Jogja. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Utama Laskar Mataram Yuliana Tasno, Rabu (15/4).
"Pasti (berdampak), saya pribadi aja pergi ke Jogja, lebih mahal Rp 400 ribu gitu, tiket pesawat pribadi. Gimana kalau first team," ucapnya.
Oleh karena itu, saat ini wanita yang akrab disapa Liana ini menyebut manajemen PSIM Jogja memiliki beban tersendiri dalam menjaga biaya operasionalnya agar tetap aman.
Baca Juga: Ikan Sapu-sapu Ancaman Serius Ekosistem Sungai, Predator Ikan Lokal dan Merusak Struktur Bangunan
Mengingat dari tujuh laga sisa, anak-anak Jogja masih harus menjalani dua laga away. "Pusing juga di belakang layar ini mengenai pendanaan supaya pendanaan ini bisa terus sehat. Tapi kami udah berusaha dengan sekuat tenaga," tegasnya.
Bukan tanpa alasan Liana berujar hal tersebut. Mengingat saat ini, memboyong skuad dalam jumlah besar untuk melakoni laga tandang tentu memakan biaya yang tidak sedikit.
Baca Juga: Fakta-fakta di Balik Ikan Sapu-sapu yang Menjadi Hama Perairan Merusak Ekosistem Sungai
Apalagi, di beberapa laga home, jumlah penonton PSIM Jogja terasa sepi. Maka dari itu, di sisa laga ke depan, Liana meminta seluruh elemen dalam tim, baik pemain maupun manajemen, untuk tetap berusaha semaksimal mungkin agar tim kebanggaan masyarakat Jogja ini bisa bertahan di Super League musim depan dengan nyaman.
"Kami harus bersyukur dengan berkarya yang baik di PSIM," cetusnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo