MAGELANG – Punya sejarah panjang sebagai salah satu pendiri PSSI, PPSM Magelang masih berkutat di Liga 4 Jawa Tengah. Harapan baru muncul dengan kedatangan konsorsium baru yang mengambil alih manajemen.
Bukan orang baru di sepak bola. Salah satu jajaran direksi konsorsium yang mengambil alih PPSM adalah eks manajer tim Persiwa Wamena pada 2019 silam Borgo Pane.
Dia mengaku, telah lama mengikuti perkembangan PPSM. Pengalamannya menangani klub lain menjadi bekal untuk membangun tim yang lebih kompetitif.
Dia menyebut, PPSM memiliki dua modal utama, yakni sejarah panjang dan basis suporter yang kuat. "Saya tahu PPSM ini klub besar dengan pendukung yang luar biasa," lontarnya, Rabu (15/4).
Dengan kompetisi musim 2026/2027 yang direncanakan mulai Oktober, manajemen baru dihadapkan pada waktu yang relatif singkat untuk membentuk struktur tim. Langkah awal yang akan dilakukan adalah menyusun kepengurusan baru serta membangun kerangka tim dengan memaksimalkan potensi pemain lokal.
Dalam peta kebangkitan klub, lanjut dia, peran suporter dinilai tidak kalah penting. PPSM dikenal memiliki pendukung yang fanatik, yang selama ini menjadi energi utama tim.
Dia menekankan pentingnya dukungan yang sehat dan konstruktif agar klub dapat berkembang secara profesional. "Kami butuh energi dari suporter. Dukungan mereka sangat menentukan," bebernya.
Pengumuman pergantian direksi disampaikan oleh CEO sebelumnya, Evin Septa Haryanto Kamil. Dia mengatakan, perubahan ini menandai upaya serius untuk membenahi manajemen sekaligus menghidupkan kembali ambisi PPSM agar mampu bersaing di level kompetisi yang lebih tinggi. "Ini menjadi titik awal era baru PPSM dengan manajemen yang diharapkan lebih kuat," ujarnya,
Di tengah perubahan tersebut, dia memastikan, identitas klub seperti nama, logo, hingga kandang tetap dipertahankan. Hal ini tidak lepas dari posisi PPSM sebagai klub bersejarah yang memiliki keterikatan dengan regulasi sepak bola nasional.
Baca Juga: Miliki Asrama Atlet Sendiri, NPCI Jawa Tengah Diharapkan Dongkrak Prestasi
"Berdasarkan statuta PSSI, identitas klub pendiri tidak dapat diubah. Ini bagian dari sejarah yang harus dijaga," kata Ketua DPRD Kota Magelang itu.
Evin menuturkan, selama beberapa tahun terakhir, PPSM lebih dikenal sebagai klub yang berjuang mempertahankan eksistensi di tengah keterbatasan. Baik dari sisi finansial maupun prestasi.
Meski demikian, klub ini tetap memiliki basis suporter yang loyal dan menjadi bagian penting dari identitas olahraga di Magelang. Evin menilai, keberhasilan menjaga eksistensi hingga saat ini menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh.
"PPSM masih bertahan sampai sekarang, itu sudah menjadi kekuatan. Tinggal bagaimana kita melompat ke level berikutnya," terangnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo