RADAR JOGJA – Empat pemain diaspora timnas Indonesia, Dean James, Nathan Tjoe-A-On, Tim Geypens dan Justin Hubner tengah dalam kondisi sulit di Liga Belanda.
Keempat pemain tersebut terseret dalam permasalahan paspor gate Belanda yang juga menyeret 21 pemain lainnya dari Suriname, Cape Verde hingga Curacao.
Persoalan menjadi rumit ketika regulasi sepak bola bertemu dengan aturan imigrasi Negara Kincir Angin yang terkenal sangat ketat.
Apalagi, Belanda dikenal memiliki kebijakan restriktif terkait kewarganegaraan ganda.
Baca Juga: Christian Norgaard: Arsenal Tidak Boleh Terpuruk Terlalu Lama
Kondisi ini membuka ruang abu-abu yang tidak selalu mudah ditafsirkan secara hukum.
Direktur Eredivisie CV, Jan de Jong telah menegaskan bahwa pemain non Eropa harus mengajukan izin kembali masuk (wedertoelating) atau izin tinggal humaniter tidak sementara, yang ditujukan bagi mantan warga Belanda.
De Jong mengatakan bahwa ada dua jalur untuk mendapatkan izin tinggal dan kerja yang sah di Belanda. Pertama menggunakan cap Uni Eropa, yaitu catatan izin tinggal di paspor, yang dapat digunakan pemain yang memiliki pasangan atau anak berkewarganegaraan Eropa.
Jalur kedua adalah mereka harus mengajukan permohonan “kembali masuk” (wedertoelating), atau izin tinggal “humaniter tidak sementara”.
Di level klub, dampaknya tidak kalah signifikan.
Regulasi di Belanda mengatur bahwa pemain non-Uni Eropa harus menerima gaji minimum yang relatif tinggi. Status kewarganegaraan menjadi faktor krusial dalam perhitungan finansial.
Permasalahan ini membuat Federasi sepak bola Belanda, KNVB dan operator Eredivisie CV dalam posisi sulit karena dituntut menjaga integritas kompetisi namun tetap bergantung pada dokumen yang diserahkan oleh klub dan pemain.
Namun, pemain diaspora lainnya seperti Maarten Paes (Ajax), Mees Hilgers (FC Twente) dan Miliano Jonathans (Excelsior) aman karena klub jeli dan tertib mengurusi masalah administrasi pemain.
Awal mula kasus ini mencuat ke permukaan terjadi protes dari NAC Breda kepada KNVB. Mereka mempertanyakan keabsahan dokumen pemain Go Ahead Eagles, Dean James, usai kekalahan telak 0-6 pada 15 Maret lalu.
Meski protes diajukan, otoritas liga memastikan hasil pertandingan tidak akan diubah. Namun, dari situlah bola liar bergulir dan membuka fakta lebih luas terkait dugaan masalah kewarganegaraan pemain.
Editor : Satria Putra Sejati