RADAR JOGJA - Christian Norgaard mengatakan Arsenal tidak boleh terlalu memikirkan kekalahan mengejutkan di FA Cup melawan Southampton karena pemimpin klasemen Premier League itu berupaya bangkit kembali di Liga Champions.
Anak asuh Mikel Arteta mengalami kejutan besar di St Mary's pada Minggu dini hari ketika intensitas dan keberanian tim yang berharap lolos ke babak playoff Championship itu meraih kemenangan perempat final dengan skor 2-1.
Gol telat Shea Charles yang masuk sebagai pemain pengganti membawa Southampton ke semifinal dan membuat Arsenal harus introspeksi diri karena kekalahan mengejutkan itu memperparah kekalahan di final Carabao Cup melawan Manchester City dua pekan lalu.
The Gunners akan mencoba kembali ke jalur kemenangan di Lisbon pada leg pertama perempat final Liga Champions melawan Sporting Lisbon, sebelum menjamu Bournemouth dalam pertandingan penting pada akhir pekan.
"Pesan yang ingin disampaikan adalah untuk memiliki bahasa tubuh yang positif, untuk berbicara dengan rekan satu tim, dengan staf pelatih," kata Norgaard.
"Sekarang bukan waktunya untuk terus menundukkan kepala terlalu lama," lanjutnya.
"Tidak apa-apa untuk merasa frustrasi untuk menganalisis apa yang salah, tetapi kita juga harus melihat ke depan karena ada begitu banyak pertandingan besar yang akan datang untuk klub ini," jelasnya.
Arsenal perlu melupakan kekalahan beruntun pertama musim ini untuk menghindari kerusakan lebih lanjut pada apa yang sampai baru-baru ini menjadi musim yang berkesan.
"Malam yang mengecewakan. Kami semua menaruh harapan tinggi untuk menang dan kembali ke Wembley, tapi ya, itu tidak terjadi," katanya.
Baca Juga: Assisten Pelatih Manchester City Pep Lijnders Isyaratkan Bernardo Silva Akan Hengkang di Akhir Musim
"Maaf mengecewakan begitu banyak penggemar yang datang, mereka menciptakan atmosfer yang luar biasa dan, ya, hari ini tidak cukup baik," tambahnya.
Arsenal yang dilanda cedera hanya mampu mengancam secara berkala di St Mary's, di mana sedikit orang yang akan membantah bahwa The Saints pantas untuk melaju ke Wembley.
Ross Stewart dengan tenang mencetak gol pembuka untuk Southampton dan Leo Scienza membentur mistar gawang sesaat sebelum Viktor Gyokeres menyamakan kedudukan, hanya untuk pemain pengganti Charles memicu kekacauan dengan penyelesaian yang bagus lima menit sebelum waktu berakhir.
Southampton berharap semifinal FA Cup mereka akan menjadi yang pertama dari tiga perjalanan ke Wembley sebelum akhir musim.
Impian untuk mengulangi kemenangan FA Cup divisi dua Lawrie McMenemy pada tahun 1976 masih hidup, begitu pula impian promosi menjelang kembalinya ke lapangan melawan rival playoff Wrexham.
Editor : Satria Putra Sejati