Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Andy Irfan Jadi Spesialis Super Sub saat Lawan Capek

Fahmi Fahriza • Sabtu, 4 April 2026 | 03:30 WIB

 

Pemain PSIM Jogja Andy Irfan melewati pemain Persis Solo
Pemain PSIM Jogja Andy Irfan melewati pemain Persis Solo

 

 

JOGJA - Winger lincah PSIM Jogja Andy Irfan tak ingin lagi sekadar jadi pelengkap di skuad Laskar Mataram. Setelah sempat minim kesempatan di putaran pertama, pemain asal Makassar itu mulai menunjukkan peningkatan peran dan perlahan merebut kepercayaan pelatih di paruh kedua kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Dari 25 pertandingan yang telah dijalani PSIM musim ini, Irfan baru tampil dalam sembilan laga. Namun yang menarik, enam di antaranya datang di putaran kedua, sebuah lonjakan signifikan dibanding hanya tiga penampilan di paruh pertama musim.

Baca Juga: Kejar Kebutuhan Stok Darah, PMI Sleman Buat Kegiatan Pekan Donor Darah

Situasi tersebut tak lepas dari fase adaptasi yang sempat menghambatnya di awal kompetisi. Irfan mengakui, dirinya butuh waktu untuk menyesuaikan diri sebelum akhirnya mulai mendapat ruang di tim. "Putaran pertama itu saya masih adaptasi. Di putaran kedua alhamdulillah sudah mulai diberi kesempatan sama pelatih, dan itu harus saya buktikan juga," ujar Irfan, Jumat (3/4).

Bagi Irfan, setiap menit bermain bukan sekadar rotasi, melainkan ajang pembuktian. Ia sadar posisinya belum aman, sehingga tak ada ruang untuk tampil setengah hati. "Saya tahu kesempatan nggak pernah datang dua kali, jadi ya saya harus manfaatkan itu," tegasnya.

Baca Juga: Sebagian Siswa SDN Nglarang Akan Belajar di Aula Sementara karena Terdampak Tol, Disdik Sleman Bakal Bagikan Masker Setiap Hari

Menariknya, peran sebagai pemain pengganti justru menjadi senjata bagi Irfan. Dengan kecepatan yang dimilikinya, ia kerap masuk saat intensitas lawan mulai menurun. "Saya lebih suka main super sub. Soalnya saya punya kecepatan, lawan sudah capek, jadi saya bisa manfaatkan itu," kata dia.

Dengan kompetisi yang masih menyisakan sembilan pertandingan hingga pekan ke-34, peluang Irfan untuk terus menambah menit bermain masih terbuka. Namun lebih dari itu, ia tengah berusaha mengubah statusnya dari sekadar opsi cadangan menjadi pemain yang benar-benar diperhitungkan.

Baca Juga: Harga Plastik di Gunungkidul Menukik Tajam, Badan Pangan Nasional Sebut Bahan Baku di Indonesia Terbatas|: Pelaku UMKM Pertimbangkan Alternatif Kemasan Nonplastik

Di tengah fase krusial musim, kontribusi pemain pelapis seperti Irfan bisa menjadi pembeda. Dan bagi Irfan, sisa musim ini bukan sekadar kesempatan, melainkan momen untuk memastikan dirinya tak lagi dipandang sebelah mata di skuad Laskar Mataram.

"Target pribadi semoga lebih banyak bermain lagi, lebih bermanfaat buat tim, dan membawa tim ke level yang di atas," ucapnya. (iza/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Andy Irfan #PSIM #Capek #Super Sub #PSIM Jogja