Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Presiden Federasi Sepak Bola Italia Gabriele Gravina Resmi Mengundurkan Diri Setelah Azzurri Gagal Lolos Piala Dunia

Satria Putra Sejati • Jumat, 3 April 2026 | 11:32 WIB
Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina mengundurkan diri setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia
Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina mengundurkan diri setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia

RADAR JOGJA - Presiden federasi sepak bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina mengundurkan diri di tengah tekanan politik pada hari Kamis, dua hari setelah tim nasional gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut.

Keputusan Gravina dengan cepat diikuti oleh pengunduran diri Gianluigi Buffon sebagai kepala delegasi tim nasional dan kemungkinan akan menyebabkan pemecatan pelatih Italia Gennaro Gattuso juga.

Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi telah menyerukan perubahan dalam kepemimpinan sepak bola negara itu setelah Gravina mengawasi dua rangkaian kualifikasi Piala Dunia yang mengecewakan.

Baca Juga: Roberto De Zerbi Meminta Maaf Kepada Penggemar Tottenham Hotspur, Ini Alasannya

"Jelas bagi semua orang bahwa sepak bola Italia perlu dirombak," kata Abodi.

"Dan proses itu perlu dimulai dengan kepemimpinan baru di FIGC (federasi)," imbuhnya.

Peluang Italia untuk mencapai turnamen tahun ini di Amerika Utara berakhir setelah kalah adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina dalam babak playoff kualifikasi.

Baca Juga: Tiga Perkara Perdata Nany Widjaja di PN Surabaya Tetap Berjalan

Buffon adalah kiper tim yang memenangkan Piala Dunia 2006 dan pemegang rekor Italia dengan 176 penampilan sebagai pemain.

Dia juga merupakan aktor utama berada di balik perekrutan Gattuso.

"Adil rasanya untuk memberikan kebebasan kepada mereka yang datang setelah saya untuk memilih siapa yang akan menggantikan saya," kata Buffon.

Baca Juga: Enzo Fernandez Gambarkan Lionel Messi Sebagai Panutan Baik di Dalam Maupun di Luar Lapangan

"Mewakili tim nasional adalah suatu kehormatan dan gairah yang telah mewujudkan diri saya sejak kecil," lanjutnya.

Gravina mengambil alih federasi pada tahun 2018 menggantikan Carlo Tavecchio, yang juga mengundurkan diri setelah Italia gagal mencapai Piala Dunia tahun itu.

Kekalahan dari Bosnia menambah kesengsaraan bagi juara empat kali Italia setelah tersingkir oleh Swedia dan Makedonia Utara, masing-masing, di babak playoff kualifikasi untuk dua edisi Piala Dunia terakhir.

Baca Juga: Arne Slot Berharap Liverpool Bisa Tampil Sama Seperti Saat Kemenangan Melawan Galatasaray Jelang Laga Penting Melawan Manchester City di FA Cup

Perjuangan Italia di Piala Dunia dimulai sejak 2010 dan 2014 ketika mereka gagal lolos dari grup di kedua kesempatan tersebut.

Pertandingan babak gugur Piala Dunia terakhir Azzurri adalah pada tahun 2006 ketika memenangkan gelar dengan mengalahkan Prancis di final setelah adu penalti.

Gravina memang mengawasi trofi Kejuaraan Eropa Italia pada tahun 2021.

Baca Juga: Hidden Gem Air Terjun di Yogyakarta, Pilihan Tepat untuk Healing dan Wisata Air

"Sepak bola telah mengalami masalah sejak 2006," kata presiden asosiasi pelatih Italia, Renzo Ulivieri.

Presiden asosiasi pemain, Umberto Calcagno mengatakan peraturan baru yang mendorong penggunaan lebih banyak pemain Italia di Serie A diperlukan.

Pemilihan umum dijadwalkan pada 23 Juni untuk memilih presiden FIGC yang baru.

Baca Juga: Update Aktivitas Gunung Merapi 2 April 2026: 145 Guguran Lava, Awan Panas Meluncur 1,1 Km ke Kali Boyong

Gravina juga mengumumkan bahwa ia akan menghadiri sidang di parlemen Italia tengah pekan depan untuk membahas kesejahteraan sepak bola Italia.

Gravina juga merupakan wakil presiden utama Aleksander Ceferin di UEFA.

Statuta UEFA mensyaratkan bahwa anggota komite eksekutif juga merupakan pejabat senior FA, tetapi Gravina dapat tetap berada di posisi UEFA sebagai pejabat sementara selama kepemimpinan baru FIGC tidak menuntut pemecatannya.

Baca Juga: Sidang Korupsi Bandwith Sleman, Eks Kadis Kominfo ESP Divonis 4 Tahun Penjara: Vonis Lebih Berat dari Tuntutan JPU

Gravina terpilih kembali tahun lalu oleh UEFA sehingga ia masih memiliki tiga tahun lagi dalam masa jabatannya saat ini.

"Gabriele adalah wakil presiden pertama saya dan sangat penting bagi saya," kata Ceferin.

Selain merevitalisasi tim nasional, siapa pun yang menggantikan Gravina akan ditugaskan untuk mempersiapkan stadion-stadion Italia yang sudah usang untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Eropa 2032.

Baca Juga: Tiga Ruang Kelas SDN Nglarang Sleman yang Terdampak Tol Jogja-Solo Segera Dirobohkan, Siswa Belajar di Aula untuk Sementara

Italia dijadwalkan menjadi tuan rumah bersama Euro 2032 dengan Turki.

"Saya berharap infrastrukturnya siap," kata Ceferin.

"Jika tidak, turnamen tersebut tidak akan dimainkan di Italia," tegasnya.

Editor : Satria Putra Sejati
#italia #gianluigi buffon #Aleksander Ceferin #Gabriele Gravina #piala dunia