Ajang lepas rindu legenda sepak bola di Jogjakarta, Old Crack Mataram menggelar trofeo di Bantul. Fun Game Menjadi ritual OCM untuk menjaga silaturahmi antaranggota.
Gelak tawa dan teriakan yang khas pecah di Lapangan Wirokerten, Bantul, Sabtu (28/3) sore. Di atas lapangan hijau, puluhan pria secara asyik menggiring si kulit bundar dengan penuh keceriaan.
Sore itu, keluarga besar Old Crack Mataram (OCM) kembali menggelar ritual tahunannya, yakni bermain sepak bola secara bergembira. Pada kesempatan kali ini, mereka menggelar Fun Game Trofeo.
Baca Juga: Dana SAL Tambahan Rp100 Triliun Disebut Lebih Fleksibel, Dorong Perbankan Genjot Kredit
Sebuah ajang internal yang menjadi muara melepas rindu sekaligus merayakan napas panjang komunitas sepak bola legendaris di Jogjakarta.
Ini agenda rutin setiap akhir tahun atau setelah Lebaran. Setiap tahun itu pasti ada fun game. “Jadi internal kami anggotanya banyak, sekitar 40-an, jadi kalau dibagi tiga tim bisa," kata Presiden OCM Triyandi Mulkan di sela-sela kegiatan.
Meski pertandingan ini bertajuk fun game, tapi aura bintang tetap terasa kuat di atas lapangan.
Baca Juga: Casemiro Ungkap Keputusan Tinggalkan Manchester United di Akhir Musim Sudah Final
Maklum saja, di dalam OCM ada nama-nama besar yang sempat menghiasi kancah sepak bola nasional. Sebut saja seperti Dananjaya, Arron Pahelarang, M. Ikhsan, Sing Betay, Putut Joko Purnomo (PCP), Diaz Rizky hingga mantan wasit nasional Armando Pribadi yang juga masih lincah mengolah bola di atas lapangan.
Tapi hampir rata-rata sekarang OCM tinggal pemain lokal semua. Untuk pemain asing sudah tidak ada. “Dulu kami punya empat (pemain asing) ada dari Italia, Yunani, kemudian Belanda, satu lagi dari Maroko. Dulu kami punya," jelas Triyandi.
Triyandi menjelaskan, sejarah OCM ini memang terbilang sudah panjang dan berwarna.
Baca Juga: John Herdman Puji Animo Suporter Timnas Indonesia di SUGBK: Sangat Istimewa
Berdiri selama 28 tahun, selain pernah dihuni para pemain asing, klub ini juga pernah mewadahi jajaran petinggi militer dan kepolisian di DIJ sebelum berpindah tugas.
"Ada yang junior, tetep di atas kepala tiga. Karena yang paling tua kan saya ini, 74 (tahun) sekarang gitu lho," tuturnya.
Meski di ajang Fun Game kali ini terasa menyenangkan tapi pria yang berprofesi sebagai advokat itu sendiri ternyata memiliki visi besar untuk OCM ke depan.
Baca Juga: Program Balik Rantau Gratis 2026 Pemprov Jateng Fasilitasi Kelompok Rentan
Mantan Plt Ketua KONI DIJ itu mengaku bahwa OCM tidak hanya sekadar menjadi tempat berkumpulnya atau silaturahmi para mantan pemain profesional saja.
Ada keinginan kuat untuk mewariskan ilmu dan pengalaman yang melimpah dari para anggotanya kepada generasi muda.
Bukan tanpa alasan Triyandi mengatakan hal tersebut. Mengingat di OCM sendiri mempunyai potensi yang luar biasa. Angan-angannya ingin ada SSB.
Karena ingin memberikan kontribusi kepada daerah dan kepada Negara. “Ya kalau bisa kami punya SSB. Karena potensinya banyak, mantan pemain semua," tandasnya. (pra)
Editor : Heru Pratomo