Cedera itu membuat Donny harus absen cukup lama dan baru kembali tampil dalam beberapa pertandingan terakhir. Hingga pekan ke-25, PSIM sendiri telah memainkan 25 laga, sementara Donny baru mencatatkan tiga penampilan, seluruhnya ia mainkan sebagai pemain pengganti.
Meski menit bermainnya masih terbatas, gelandang asal Belanda itu memastikan bahwa kondisi fisiknya kini sudah tidak lagi bermasalah. Ia mengaku mulai merasakan progres positif setiap kali diberi kesempatan tampil.
"Saya belum bermain terlalu lama. Saya rasa maksimal hanya 10 menit, atau mungkin sedikit lebih dari itu. Tapi dalam 10 menit itu tidak ada kendala dan rasanya cukup bagus," ujar Donny, Jumat (27/3).
Ia menegaskan, fokus utamanya saat ini adalah mengembalikan kebugaran penuh melalui peningkatan waktu bermain di pertandingan resmi. Menurutnya, adaptasi terhadap intensitas laga menjadi kunci untuk kembali ke performa terbaik.
Baca Juga: Perkuat Budaya #Cari_Aman, Astra Motor Yogyakarta Ajak Wisata Edukatif Keselamatan Berkendara
"Masalah cedera sudah beres. Jadi ya, saya hanya butuh lebih banyak menit bermain agar kaki saya terbiasa dan lebih fit," lanjutnya.
Minimnya menit bermain sejauh ini bukan tanpa alasan. Donny harus menjalani proses pemulihan pascacedera fracture weber di kaki kirinya, yang membuatnya tertinggal dalam hal kebugaran dan ritme pertandingan dibanding pemain lain.
Namun demikian, ia menilai progres yang dirasakan saat ini menjadi modal penting untuk terus berkembang di sisa musim. Setiap menit yang didapat di lapangan ingin dimaksimalkan sebagai bagian dari proses kembali ke level kompetitif.
"Saya perlu menit bermain lebih banyak agar bisa kembali ke kondisi terbaik. Itu yang paling penting sekarang," tegasnya.
Dengan kondisi yang kian membaik, peluang Donny untuk mendapatkan kepercayaan lebih besar di sisa kompetisi pun terbuka. Kehadirannya di lini tengah diharapkan dapat menambah kedalaman skuad PSIM dalam menjaga konsistensi performa hingga akhir musim. "Saya akan berjuang mendapat menit bermain di sisa pekan yang ada," tegasnya. (iza/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita