Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Adaptasi Puasa Jadi Tantangan bagi Pemain PSIM Jogja Raka Cahyana saat Latihan dan Bertanding

Fahmi Fahriza • Senin, 16 Maret 2026 | 21:42 WIB

Aksi bek kanan PSIM Jogja Raka Cahyana saat bermain untuk tim Laskar Mataram.
Aksi bek kanan PSIM Jogja Raka Cahyana saat bermain untuk tim Laskar Mataram.

JOGJGA - Pemain muda PSIM Jogja yang berstatus U-23, Raka Cahyana, mengakui tidak mudah menjalani sesi latihan sekaligus pertandingan saat bulan Ramadan. Selain harus menjaga kondisi fisik, ia juga harus pintar mengatur pola makan saat berbuka dan sahur agar tetap bugar ketika bertanding.


Pemain kelahiran 24 Februari 2004 itu mengatakan, pengalaman bermain sejak menit awal sambil berpuasa menjadi tantangan tersendiri baginya. Ia menyebut hal itu baru pertama kali ia rasakan.
"Jujur kalau buat saya ya susah, adaptasinya susah, apalagi di hari awal-awal itu," kata Raka, Senin (16/3).


Dalam kompetisi BRI Super League 2025/2026, bersama PSIM Jogja Raka memang cukup reguler tampil. Dari 25 pertandingan yang sudah dijalani PSIM, Raka total dimainkan pelatih PSIM Jean Paul van Gastel sebanyak 21 kali, dengan catatan 1 gol dan 2 assist.


Menurutnya, latihan saat puasa sebenarnya masih bisa dijalani dengan baik. Namun tantangan terbesar justru muncul ketika pertandingan berlangsung. Apalagi, selama periode bulan Ramadan, pertandingan dimulai pukul 20.30 malam.


"Kalau latihan cenderung aman. Nah pas tandingnya itu. Karena saya baru pertama kali juga tanding main dari pertama terus pas puasa," ujarnya.


Ia menambahkan, salah satu hal yang paling sulit selama menjalani pertandingan di bulan Ramadan adalah mengatur asupan makanan agar tetap siap bermain. "Jadi ngatur makanannya sih yang agak susah, karena kadang kita tergoda untuk makan banyak, tapi harus dijaga," lanjutnya.


Selain itu, Raka juga mengungkapkan dirinya lebih nyaman bermain pada malam hari dibandingkan sore hari. Menurutnya, kondisi tubuh terasa lebih siap jika pertandingan digelar setelah berbuka. "Kalau saya lebih nyaman malam sih sebenarnya," kata pemain asal Banyumas itu.


Meski begitu, ia menilai pertandingan yang dimulai terlalu malam juga tidak ideal. Ia mencontohkan laga yang berlangsung hingga pukul 21.00 yang menurutnya terasa cukup larut. Baginya, yang ideal adalah laga dimainkan pukul 19.00.


"Kemarin beberapa laga lumayan kemalaman, jam 9 kurang lebih baru mulai. Apalagi kemarin di SSA sempat mati lampunya," ujar Raka. (iza/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Raka Cahyana #pemain #tantangan #ramadan #adaptasi #PSIM Jogja