Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cahya Supriadi Bersinar di Bawah Mistar PSIM Jogja, Catatkan 8 Clean Sheet dan 4 Kali MOTM

Fahmi Fahriza • Minggu, 8 Maret 2026 | 20:57 WIB

Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi.
Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi.

 

JOGJA - Kiper muda Cahya Supriadi terus menunjukkan performa yang konsisten bersama PSIM Jogja di kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Hingga pekan ke-24, penjaga gawang kelahiran 11 Februari 2003 itu bisa dibilang menjadi pilihan utama Pelatih Jean Paul van Gastel.


Dari 24 pertandingan yang sudah dijalani PSIM musim ini, Cahya tampil dalam 22 laga dan hanya absen dua pertandingan karena harus memenuhi panggilan Timnas Indonesia U-23. Dari total penampilannya itu, Cahya berhasil mencatatkan 8 clean sheet atau nirbobol, serta empat kali terpilih sebagai Man of The Match (MOTM).


Penghargaan MOTM teranyar ia raih saat PSIM menghadapi Semen Padang FC, Rabu (4/3). Dalam pertandingan yang berakhir tanpa gol itu, Cahya tampil solid di bawah mistar dan membantu timnya mengamankan hasil imbang 0-0.


Clean sheet itu sekaligus menjadi yang kedelapan bagi Cahya musim ini dan membuatnya kembali dinobatkan sebagai MOTM untuk kali keempat. Sebelumnya, penghargaan serupa juga ia raih saat menghadapi Persib Bandung, PSM Makassar, serta Bhayangkara FC.


Cahya mengakui laga melawan Semen Padang bukan pertandingan yang mudah. Kedua tim bermain menyerang dan sama-sama berusaha meraih kemenangan.
"Pertandingan yang sulit, kedua tim sama-sama memainkan permainan menyerang dan kita main lumayan bagus. Semen Padang kita tahu dalam situasi sulit karena mereka harus menang, tapi alhamdulillah kita bisa mendapat satu poin," ujarnya, Minggu (8/3).


Di laga terakhir, situasi semakin menantang ketika PSIM harus bermain dengan kekurangan satu pemain. Dalam kondisi itu, Cahya mengaku harus bekerja lebih keras menjaga konsentrasi sekaligus mengorganisasi lini pertahanan.


"Tantangannya saya harus lebih fokus karena kita kekurangan satu pemain dan saya harus mengorganisasi pemain-pemain agar tidak melakukan kesalahan," kata dia.
Pada salah satu momen krusial, Cahya juga melakukan penyelamatan penting meski sempat kesulitan melihat arah bola. "Posisi saya tidak bisa melihat bola dengan jelas dan tidak tahu dari mana datangnya tembakan, tapi alhamdulillah masih bisa melakukan penyelamatan," ungkapnya.


Secara pribadi Cahya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pelatih Van Gastel yang terus memberinya kepercayaan sebagai kiper utama. "Saya berterima kasih kepada coach JP yang sudah memberi kesempatan saya untuk berkembang dan mempercayai saya. Catatan untuk saya sendiri adalah harus terus lebih baik dan jangan pernah merasa cukup saat bermain," ujarnya.

Baca Juga: Dapat Kritikan dari Suporter, Nermin Haljeta Tak Pikirkan Jumlah Gol, Yang Penting PSIM
Di luar pertandingan, Cahya juga rutin menjalani latihan tambahan untuk menjaga performanya. Ia memiliki pelatih performa pribadi di Bandung yang kerap ia hubungi untuk menjalani sesi latihan fisik saat memiliki waktu luang.


Meski tampil konsisten sepanjang musim, Cahya menegaskan target pribadinya tetap sederhana, memberikan kontribusi positif bagi tim. "Target pribadi saya musim ini adalah bisa memberikan dampak positif untuk tim ke depannya," tandasnya. (iza/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Man Of The Match #kontribusi #motm #Laskar Mataram #Jean Paul van Gastel #penghargaan #PSIM Jogja