Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Amankan Pelatih Van Gastel Musim Depan, PSIM Jogja Mulai Pikirkan Training Ground hingga Lampu

Fahmi Fahriza • Kamis, 5 Maret 2026 | 08:30 WIB

Pelatih PSIM Jogja van Gastel mengambil bola untuk mempercepat permainan saat melawan Bali United
Pelatih PSIM Jogja van Gastel mengambil bola untuk mempercepat permainan saat melawan Bali United

 

Di tengah persaingan ketat musim kompetisi BRI Super League 2025/2026, manajemen PSIM Jogja menegaskan komitmennya membangun fondasi jangka panjang bagi klub. 

 

Tidak hanya fokus pada performa tim senior, Laskar Mataram mulai melakukan pembenahan infrastruktur serta pengembangan pemain usia muda.

 

Manajer tim PSIM Razzi Taruna, menyebut peningkatan kualitas klub tak bisa instan. Ia menegaskan, roadmap manajemen saat ini mengarah pada penguatan infrastruktur sebagai pondasi utama.

"Pasti dong ada roadmap, pasti mau semua baik dan profesional, karena sekarang utamanya pengembangan infrastruktur dan usia muda," ujar Razzi, Rabu (4/3).

 

Menurutnya, sejumlah aspek teknis menjadi perhatian serius manajemen saat ini. Salah satu yang sudah dilakukan adalah pembenahan lampu di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, agar laga malam bisa digelar optimal.

 

Di sisi lain, Razzi menuturkan bahwa keinginan sekaligus perencanaan training ground, hingga pembenahan kompetisi internal kelompok usia, atau tim Elite Pro Academy (EPA) juga menjadi hal yang benar-benar difokuskan.

"Bagaimana caranya kita bisa mengembangkan infrastruktur, contohnya lampu, training ground, juga EPA kita baru benar-benar mulai sekarang, musim ini," jelasnya.

 

Razzi menuturkan, langkah tersebut dinilai penting agar PSIM tidak hanya kompetitif dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki keberlanjutan prestasi. Apalagi setelah promosi dan bersaing di kasta tertinggi, kebutuhan klub meningkat signifikan, baik dari sisi teknis maupun manajerial.

 

Razzi mengakui, membangun klub yang sehat harus berjalan beriringan antara prestasi tim senior dan sistem pembinaan. Ia pun mengapresiasi kinerja tim pelatih, baik di senior maupun di usia muda yang menunjukkan progres positif.

"Secara garis besar kami cukup happy-lah dengan tim, baik first team atau EPA-nya juga," ujarnya.

 

Dengan 11 pertandingan tersisa musim ini di BRI Super League, PSIM memang masih fokus menjaga stabilitas performa.

Namun di balik itu, manajemen memastikan pekerjaan rumah terbesar justru sedang dikerjakan di luar lapangan, yakni membangun fondasi agar Laskar Mataram tak sekadar singgah.

tetapi menetap sebagai kekuatan baru di level tertinggi. "Kami tentu mau semua aspek meningkat, prestasi juga meningkat. Tapi itu harus dilakukan pelan-pelan dan bertahap," tutur Razzi. (iza/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#lampu #Razzi Taruna #PSIM #EPA #training ground #PSIM Jogja