Konsisten menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan peran Nermin Haljeta bersama PSIM Jogja di BRI Super League musim 2025/2026 ini. Dari 23 pertandingan yang telah dijalani Laskar Mataram, pemain asal Slovenia itu selalu mendapat kepercayaan tampil oleh pelatih Jean Paul van Gastel.
Menariknya, dari seluruh laga tersebut, Haljeta hanya satu kali ditarik keluar. Sisanya, dalam 22 pertandingan, ia bermain penuh selama 90 menit. Kontribusinya pun nyata, dengan torehan empat gol dan lima assist sejauh ini.
Pemain yang musim lalu berseragam PSM Makassar tersebut menegaskan, tugas seorang pemain hanya satu, yakni tampil secara maksimal dalam kondisi apa pun.
"Sebagai pemain, kami harus profesional. Kami harus melakukan pekerjaan kami, harus memberi yang terbaik," ungkapnya, Rabu (4/3).
Sikap tersebut selaras dengan perannya di lapangan. Sepanjang musim ini, Haljeta menjadi salah satu sosok yang nyaris tak tergantikan dalam skema Van Gastel.
Konsistensi menit bermainnya, serta perannya di sistem Van Gastel menunjukkan tingkat kebugaran dan kepercayaan penuh dari tim pelatih.
Di saat sebagian pemain mungkin terbebani padat atau tidaknya jadwal kompetisi, Haljeta justru melihat setiap situasi sebagai bagian dari profesionalisme.
"Saya hanya menjalani arahan pelatih, berusaha melakukannya di lapangan. Itulah pekerjaan saya," ujarnya lugas.
Dengan musim yang masih menyisakan sekitar 11 pertandingan penting, kontribusi dan mentalitas striker PSIM itu akan kembali dibutuhkan untuk menjaga stabilitas permainan Laskar Mataram di jalur persaingan.
"Saya tidak peduli dengan pencapaian pribadi atau berapa gol saya. Yang penting fokus membantu tim PSIM menang, itu yang utama," paparnya.
Di tengah dinamika soal sistem kompetisi sepak bola Indonesia yang tidak memiliki turnamen piala domestik seperti di negara lainnya, dan hanya memiliki satu kompetisi tunggal, yakni BRI Super League. Haljeta memilih bersikap profesional. Ia menegaskan bahwa urusan regulasi bukan ranah pemain.
"Sejujurnya, saya tidak punya pendapat khusus. Saya tidak terlalu memikirkannya (kompetisi domestik lain) Jika mereka ingin mengadakannya, mereka adakan, itu hal yang bagus," ujarnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo