JOGJA - Kali terakhir PSIM Jogja bermain malam hari di kandang adalah pada 2 Juni 2019 lalu. Saat Laskar Mataram berujicoba melawan tim Indonesia U-23 racikan Indra Sjafri di Stadion Sultan Agung Bantul. Hampir tujuh tahun berselang baru PSIM akan merasakan kembali bermain malam hari di kandang.
Tepatnya saat menjamu Bali United di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul saat Senin (23/2) mendatang. Sama dengan hampir tujuh tahun silam pertandingan digelar malam pukul 20.30 karena bertepatan dengan bulan Ramadan.
Hanya bedanya jika saat itu bisa full penontonnya, di laga besok hanya disediakan 6.000 tiket.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Wendy Umar mengatakan, seluruh proses perizinan telah rampung dan panpel telah mengantongi rekomendasi dari kepolisian.
"Ini kepercayaan yang luar biasa karena pertandingan tetap bisa ditonton langsung oleh suporter," ujar Wendy, Sabtu (21/2).
Dia pun memberikan penjelasan terkait kuota tiket penonton yang turun, bahkan jika dibandingkan dengan dua big match sebelumnya, melawan Persebaya dan Persis.
Jika pada laga sebelumnya dalam Derby Mataram kuota sempat mencapai 9.000 penonton, kali ini kepolisian memberikan izin sebanyak 6.000 tiket.
Menurut Wendy, pembatasan tersebut tidak bisa dibandingkan langsung dengan pertandingan sebelumnya. Pasalnya, laga melawan Bali United ini merupakan pertandingan malam pertama yang digelar PSIM di SSA.
"Ini pertandingan perdana malam hari, jadi analisa risikonya juga berbeda. Kami dengan kepolisian dan stakeholder lain masih memetakan potensi-potensi yang ada," jelasnya.
Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY itu menambahkan, evaluasi menyeluruh juga akan dilakukan setelah pertandingan nanti.
Jika pelaksanaan berjalan aman dan lancar, bukan tidak mungkin kuota penonton bisa kembali ditambah pada laga-laga berikutnya yang juga digelar malam hari selama Ramadan.
"Kami imbau suporter untuk tetap menjaga ketertiban dan menghormati masyarakat yang sedang menjalankan ibadah," tegasnya.
Dari sisi penjualan tiket, Wendy mengungkapkan antusiasme suporter cukup baik meski laga digelar pada hari kerja dan kick-off relatif larut malam. Saat dikonfirmasi, ia menguraikan penjualan tiket telah mencapai sekitar 40-45 persen.
Wendy berharap sisa tiket dapat terjual habis sebelum pertandingan dimulai, sekaligus menjadi bukti bahwa dukungan terhadap Laskar Mataram tetap tinggi meski ada pembatasan kuota.
"Yang terpenting adalah pelaksanaan berjalan aman dan lancar. Kalau ini sukses, tentu akan menjadi bahan evaluasi positif untuk pertandingan selanjutnya," lontarnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo