JOGJA - Gelandang PSIM Jogja Ze Valente menyoroti semakin ketatnya persaingan pemain asing di kompetisi Indonesia. Terutama BRI Super League yang merupakan kasta tertinggi (Liga 1) kompetisi sepak bola Indonesia saat ini.
Menurutnya, level liga terus meningkat dari tahun ke tahun seiring bertambahnya kuota dan kualitas pemain impor yang datang setiap musim. Ze Valente sendiri sudah bermain di Indonesia sejak musim kompetisi 2022/2023, kala itu ia membela PSS Sleman di musim perdananya.
Ze Valente menegaskan, situasi yang berat tersebut menuntut setiap pemain asing untuk tampil konsisten di setiap pertandingan. Jika tidak, risiko tersisih sangat besar.
"Jika Anda tidak tampil maksimal sebagai pemain asing di Indonesia, Anda akan keluar dari klub dengan mudah," ujar Ze Valente, Senin (16/2).
Pemain asal Portugal itu juga menilai, saat ini kompetisi jauh lebih kompetitif dibandingkan awal kedatangannya di Indonesia. Banyaknya pemain asing berkualitas membuat standar performa ikut naik.
"Sekarang ada lebih banyak pemain asing di liga, kita tahu levelnya semakin tinggi. Jadi Anda harus bersiap lebih baik dan harus menunjukkan kualitas dengan lebih konsisten," ulasnya.
Ia menyoroti bursa transfer keluar masuk pemain asing di liga Indonesia sangat masif terjadi. Maka tak mengherankan jika konsisten tampil dengan performa optimal jadi target yang benar-benar dia inginkan.
"Ada begitu banyak pemain asing sekarang, sehingga jika Anda tidak tampil baik, akan tersisih," tegasnya.
Meski demikian, secara pribadi Ze Valente justru menikmati situasi tersebut. Baginya, tekanan adalah bagian dari profesionalisme dan tantangan yang harus dihadapi.
"Bagi saya itu bagus. Itu sebuah tantangan dan saya suka tantangan. Jadi bagi saya ini bagus," katanya.
Selain itu, ia juga menilai atmosfer kompetisi yang semakin kompetitif berdampak positif bagi perkembangan liga secara keseluruhan. Setiap pemain dipaksa untuk meningkatkan standar permainan, baik secara fisik maupun mental.
"Persaingannya semakin ketat, tetapi justru di situlah letak motivasi terbesarnya," paparnya. (iza/laz)