JOGJA - PSIM Jogja kembali merealisasikan program sosial bertajuk PSIM Empathy dengan menggandeng komunitas suporter perempuan, Brajamolek dan Maident Donna. Melalui kegiatan Self Love to Share Love, manajemen Laskar Mataram menghadirkan ruang inklusif berupa lokakarya pemberdayaan diri yang fokus pada kesehatan mental serta penguatan kepercayaan diri.
Kegiatan ini menjadi wadah refleksi sekaligus pengembangan diri bagi para peserta. Program itu terlaksana berkat dukungan sejumlah mitra yakni Rexona, Taro, Le Minerale, Specs, dan Toyu.
Tak sekadar kegiatan berbagi, PSIM Empathy kali ini dirancang sebagai proses berkelanjutan yang dimulai dari penguatan individu. Hal itu disampaikan langsung oleh Sponsorship and Commercial Manager PSIM Jogja Halifa Difa.
"PSIM Empathy kali ini kami hadirkan dengan pendekatan berbeda, karena tidak hanya fokus pada kegiatan berbagi," katanya Senin (16/2).
Mengusung semangat self love, PSIM ingin menanamkan pemahaman bahwa kepedulian terhadap diri sendiri merupakan langkah awal untuk menumbuhkan empati kepada sesama.
"Kami mengangkat konsep self love to share love karena percaya bahwa empati tulus berawal dari individu sehat secara mental," ungkap Halifa.
Program PSIM Empathy kali ini terbagi dalam dua fase. Fase pertama berupa workshop refleksi diri bersama komunitas suporter perempuan. Pada tahap ini, peserta diajak mengenali potensi diri, membangun rasa percaya diri, serta memahami pentingnya menerima diri apa adanya.
Sementara itu, fase kedua akan diwujudkan melalui aksi berbagi ke salah satu panti asuhan di Jogja sebagai bentuk penyaluran energi positif yang telah diperoleh selama workshop.
"Rangkaian acaranya kami bagi menjadi dua fase yakni ruang refleksi penguatan diri dan aksi nyata berbagi sebagai bentuk penyaluran energi positif. Kami akan ada agenda berbagi ke panti asuhan sebagai bentuk rangkaian PSIM Empathy juga," tuturnya.
Ia pun berharap agar ke depan PSIM Empathy dapat terus berjalan secara konsisten. "Semoga PSIM Empathy menjadi gerakan berkelanjutan, karena ketika kita belajar mencintai diri sendiri dengan utuh kita punya kapasitas lebih besar menyebarkan kebaikan," tambahnya.
Dari sisi peserta, elemen Brajamolek mengaku mendapatkan banyak pelajaran penting, terutama soal membangun rasa percaya diri dan menerima keadaan diri.
"Dengan adanya workshop ini ada banyak manfaat bisa kami pahami bahwa mencintai diri sendiri itu sangatlah penting agar kami bisa percaya diri. Itu semua tidak luput dari kata mencintai diri sendiri dan percaya diri," ujar salah satu perwakilan Brajamolek.
Melalui PSIM Empathy, PSIM Jogja menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang aman dan inklusif bagi seluruh elemen pendukung. Sekaligus mendorong tumbuhnya budaya empati yang berawal dari kesadaran mencintai diri sendiri.
Hal senada juga disampaikan perwakilan Maident Donna yang merasa menikmati momen kebersamaan dalam agenda positif itu. "Acaranya seru sekali karena kita jadi punya pengalaman baru dan bisa kumpul bareng. Semoga sering ada acara seperti ini," harap salah satu perwakilan Maident Donna. (iza/laz)