SLEMAN - PSS Sleman memuncaki klasemen sementara Grup Timur Championship 2025/2026 usai menaklukkan Deltras FC 3-1 di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sabtu (14/2/2026) sore.
Kemenangan ini membawa Super Elja ke posisi pertama dengan 39 poin, meski posisi mereka belum sepenuhnya aman.
Ini karena Persipura Jayapura dan Barito Putera FC yang mengintai di bawahnya dengan mengoleksi 37 poin masih belum bertanding di putaran ketiga ini.
Sehingga hasil dari pertandingan kedua tim tersebut juga sangat menentukan posisi anak-anak Bumi Sembada ke depan.
Sementara atas kekalahan ini, Deltras FC masih betah duduk di posisi keempat klasemen sementara.
Tim berjuluk The Lobster ini mengoleksi 33 poin dan posisinya juga terancam digeser oleh Kendal Tornado FC yang duduk di posisi kelima dengan perolehan poin yang sama.
Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis mengaku bersyukur atas hasil yang diraih timnya, mengingat Dominikus Dion dan kawan-kawan harus melalui perjuangan luar biasa untuk bisa meraih posisi puncak saat menghadapi Deltras.
"Kami lihat Deltras juga punya permainan yang cukup bagus dengan komposisi yang luar biasa," lontarnya usai pertandingan.
Tak hanya itu, Ansyari menyebut atas hasil ini dipastikan perjuangan PSS Sleman akan lebih berat ke depannya. Sebab seluruh tim di Grup Timur diprediksi ingin mengalahkan tim kebanggaan masyarakat Sleman.
Baca Juga: Susunan Pemain Resmi Persebaya vs Bhayangkara FC, Reuni Paul Munster di Gelora Bung Tomo
"Pasti tim lawan juga berharap ketika melawan kami, mereka juga bisa untuk bermain seperti Deltras," tegasnya.
Gelandang PSS Sleman, M Kanu juga mengaku bersyukur atas kemenangan di laga melawan Deltras FC.
Sebab atas kemenangan ini tim bisa bercokol di papan atas klasemen sementara.
"Ini semua berkat kerja keras tim. Akhirnya PSS bisa dapat tiga poin di laga ini," lontarnya.
Sementara, Pelatih Deltras FC Widodo Cahyono Putro mengatakan, laga melawan PSS Sleman merupakan ujian mental bagi para pemain, di mana tim dengan mental paling kuat akan keluar sebagai pemenang.
"Bukan berarti mental Deltras turun. Tapi ada beberapa waktu mental Deltras turun itu yang dimanfaatkan PSS," cetusnya.
Atas kekalahan ini, Widodo akan melakukan evaluasi terhadap timnya. Sehingga harapannya bisa meraih hasil yang memuaskan pada laga-laga ke depan.
"Selamat kepada PSS Sleman yang telah menang," katanya.
Gelandang, Deltras FC Wisal El-Burji mengatakan, meski kalah dari PSS Sleman, pemain 27 tahun itu tetap mengapresiasi perjuangan para rekan-rekannya.
"Teman-teman sudah berjuang keras tapi hasil belum berpihak. Kami akan bangkit di pertandingan selanjutnya," jelasnya.
Laga antara PSS Sleman melawan Deltras FC berlangsung sangat menarik. Sejak kick-off, kedua tim saling jual beli serangan.
PSS Sleman yang tampil di depan pendukungnya sendiri mendominasi babak pertama, namun tidak ada gol tercipta hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSS Sleman langsung ambil alih pertandingan.
Gol langsung tercipta di menit ke-48. Kali ini Frédéric Injaï tampil sebagai pembuka melalui aksi sundulannya setelah mendapatkan umpan silang dari Kevin Gomes.
Tak berselang lama, Deltras FC membalas gol PSS Sleman. Pada menit ke-51 Sandi Sute menjebol gawang Ega Rizky melalui sundulan setelah mendapatkan umpan tendangan bebas dari Yuki Yakatoku. Alhasil skor pun menjadi 1-1.
PSS Sleman yang ingin menang terus menggeber serangan. Gawang Deltras FC terus digempur oleh anak-anak Sleman.
Angin segar PSS Sleman pun datang pada menit ke 75.
Kali ini Riko Simanjuntak yang mencatatkan dirinya di papan skor. Pemain yang akrab disapa Si Kancil ini menjebol gawang Deltras FC setelah mendapatkan umpan dari Gustavo Tocantins.
Pesta gol PSS Sleman tak berhenti sampai di situ. Memasuki menit-menit akhir pertandingan, Super Elang Jawa kembali menunjukkan taringnya.
Kali ini Gustavo Tocantins mencetak gol penentu pada menit ke 90+9.
Gawang kosong Deltras FC yang ditinggalkan kiper karena maju untuk menyambut tendangan pojok, mampu dimanfaatkan melalui serang balik para pemain PSS Sleman.
Alhasil skor pun menjadi 3-1 untuk kemenangan PSS Sleman. (ayu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita