Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Abiyoso dan M.Iqbal Jadi Contoh, Manajer PSIM Jogja Sebut van Gastel Buat Kompetisi Sehat Antarpemain

Fahmi Fahriza • Senin, 9 Februari 2026 | 22:30 WIB
Pemain PSIM Jogja Riyatno Abiyoso
Pemain PSIM Jogja Riyatno Abiyoso

 

JOGJA - Manajer Tim PSIM Jogja Razzi Taruna menegaskan, bahwa manajemen memberikan kepercayaan penuh kepada pelatih Jean Paul van Gastel dalam mengelola skuad Laskar Mataram di musim kompetisi BRI Super League 2025/2026 ini.

 

Menurut Razzi, pemilihan pelatih yang tepat menjadi fondasi utama performa PSIM, sekaligus berdampak pada tumbuhnya persaingan sehat antar pemain di dalam tim.

 

Razzi menyebut, pengalaman Van Gastel jauh melampaui jajaran manajemen, sehingga seluruh keputusan teknis diserahkan sepenuhnya kepada pelatih asal Belanda tersebut.

 Baca Juga: GKSTTB PKK Karangasem Berdayakan Lansia, Senam hingga Ngobrol Santai Bangkitkan Semangat Hidup

"Kalau refleksi ke belakang, menurut saya kunci paling utama memang memilih pelatih yang tepat. Kita percayakan semuanya sama dia," ujar Razzi, Senin (9/2).

 

Ia mengakui, dirinya masih minim pengalaman di level ini, namun banyak belajar dari pola kerja sang pelatih yang dinilainya sangat disiplin dan detail.

 

"Saya juga dituntut untuk tidak bisa santai. Beliau itu kerjanya memang kerja. Kita mau menjalin kerja sama yang panjang ke depannya," tambahnya.

 Baca Juga: GKSTTB PKK Karangasem Berdayakan Lansia, Senam hingga Ngobrol Santai Bangkitkan Semangat Hidup

Meski demikian, Razzi menegaskan komunikasi dua arah tetap berjalan. Manajemen maupun staf pelatih tetap saling berdiskusi apabila ada hal yang perlu dikritisi.

 

"Kalau memang ada yang dirasa bisa lebih baik, kita sampaikan. Ada yang didengarkan, ada yang tidak, enggak apa-apa. Dia pasti punya alasan," katanya.

 

Secara garis besar, ia menilai bahwa kepercayaan terhadap pelatih tersebut turut berimbas pada iklim kompetisi internal skuad PSIM yang dinilai semakin sehat.

Razzi mencontohkan beberapa pemain yang sebelumnya jarang mendapat menit bermain kini mampu membuktikan kualitasnya lewat performa di latihan.

 

"Contohnya Riyatno Abiyoso, dulu sempat lama tidak masuk DSP, sekarang main terus. M. Iqbal juga begitu. Pemain-pemain yang tidak main itu sekarang saling berkompetisi secara sehat untuk mendapat menit bermain,"  ungkap Razzi.

 

Ia menilai Van Gastel adalah tipe pelatih yang cukup adil dalam menentukan komposisi pemain, dengan mempertimbangkan performa harian di lapangan latihan.

 Baca Juga: Curah Hujan Tinggi, Tebing Sungai Pelang di Sinduharjo, Ngaglik, Sleman Dikeluhkan Rawan Longsor

"Saya rasa Coach Jean Paul sejauh ini cukup fair. Siapa yang menunjukkan di latihan, dia yang main," tegasnya.

 

Secara pribadi, Razzi berharap atmosfer positif tersebut dapat terus dijaga demi menjaga konsistensi PSIM hingga akhir musim. Ia juga meminta dukungan dari semua pihak agar tim tetap fokus pada target utama.

 

"Kami mohon dukungan semuanya. Manajemen dan tim teknis pasti berjuang semaksimal mungkin supaya PSIM bisa terus konsisten," bebernya. (iza)

Editor : Heru Pratomo
#Razzi Taruna #Van Gastel #PSIM #Belanda #m iqbal #coach #Riyatno Abiyoso #PSIM Jogja