Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ultras PSS Bubar Usai Sanksi Komdis PSSI Imbas Insiden APAR di Maguwoharjo, PSS Sleman Dihukum 4 Laga Tanpa Penonton

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 8 Februari 2026 | 12:55 WIB

Tangkapan layar Cuitan di X.com oleh akun @ultraspss_1976. Akun tersebut, Minggu (8/2/2026) tidak bisa diakses.
Tangkapan layar Cuitan di X.com oleh akun @ultraspss_1976. Akun tersebut, Minggu (8/2/2026) tidak bisa diakses.

KELOMPOK suporter militan PSS Sleman, Ultras PSS, resmi mengumumkan pembubaran diri melalui akun X resmi. Keputusan mengejutkan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral atas insiden penyemprotan APAR saat laga melawan PS Barito Putera.

SLEMAN – Kabar mengejutkan datang dari kubu suporter PSS Sleman. Kelompok Ultras PSS, salah satu elemen pendukung setia Super Elang Jawa, resmi mengumumkan pembubaran diri.

Pengumuman ini beredar luas di media sosial, khususnya melalui akun X resmi @UltrasPSS_1976 pada Rabu (4/2/2026) sore.

"Mohon maaf. Kami bertanggung jawab dan kami bubar," tulis akun tersebut dalam cuitan terakhirnya yang langsung viral di kalangan pecinta bola Sleman dan Yogyakarta.

Pembubaran Ultras PSS ini tak lepas dari sanksi berat yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI kepada PSS Sleman.

Sanksi tersebut buntut insiden penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) pada laga PSS Sleman kontra PS Barito Putera di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (31/1/2026).

Dalam pertandingan tersebut, oknum suporter memasang spanduk bernada umpatan dan menyemprotkan APAR hingga membuat jalannya laga sempat terhenti.

Akibatnya, Komdis PSSI menjatuhkan hukuman kepada PSS Sleman berupa larangan menggelar empat pertandingan kandang dengan kehadiran penonton serta denda Rp15 juta.

Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti, menjelaskan bahwa pihak Ultras PSS menunjukkan sikap bertanggung jawab penuh.

Perwakilan suporter mendampingi manajemen klub untuk bersilaturahmi dengan para korban insiden, sekaligus melunasi kewajiban denda.

"Sebagai wujud tanggung jawab, Ultras PSS menegaskan komitmennya telah menanggung sanksi denda Komdis secara penuh. Kami juga telah bersilaturahmi dengan seluruh korban insiden tersebut," kata Vita dalam keterangan resminya, Rabu (4/2/2026).

Tak hanya membayar denda resmi Rp15 juta, Ultras PSS juga menyetorkan total Rp35 juta kepada PT Putra Sleman Sembada (PSS) sebagai bentuk kompensasi atas kerugian material dan imaterial yang dialami klub.

Ultras PSS dikenal sebagai kelompok suporter yang aktif sejak awal kebangkitan budaya suporter modern di Sleman.

Ultras PSS tercatat sebagai salah satu pendiri Brigata Curva Sud (BCS), kelompok suporter utama PSS Sleman, dengan semangat loyalitas, militansi, dan identitas independen.

Keputusan bubar ini menjadi sorotan di Sleman dan Jogja, mengingat peran Ultras PSS dalam mendukung PSS Sleman di berbagai kompetisi.

Meski demikian, manajemen PSS Sleman menyatakan tetap fokus pada langkah ke depan, termasuk kemungkinan banding atas sanksi yang dianggap berat oleh pelatih Pieter Huistra.

Insiden APAR ini juga memicu reaksi luas, termasuk laporan polisi oleh manajemen PSS Sleman agar peristiwa yang membahayakan keselamatan bisa diproses hukum.

Hingga berita ini diturunkan, akun resmi Ultras PSS tak lagi menampilkan aktivitas baru pasca-pengumuman pembubaran tersebut. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#brigata curva sud #sanksi PSS Sleman insiden APAR #sanksi komdis pssi #Insiden apar #PSS Sleman #Ultras PSS Bubar #BCS #kenapa Ultras PSS bubar