Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PSIM Jogja Tantang Tuan Rumah Borneo FC, Van Gastel: Seperti Biasanya, Datang untuk Menang 

Fahmi Fahriza • Sabtu, 31 Januari 2026 | 19:29 WIB
Pemain PSIM Jogja berusaha melepaskan umpan melewati pemain Borneo FC
Pemain PSIM Jogja berusaha melepaskan umpan melewati pemain Borneo FC

SAMARINDA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel tak peduli dengan lawannya pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026, Borneo FC. Laskar Mataram tetap menargetkan menang saat tanding di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (1/2) sore pukul 15.30.

 

Dalam konferensi pers sebelum laga , pelatih meneer Belanda itu menegaskan, persiapan timnya tidak jauh berbeda dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya.

Menurut pelatih asal Belanda itu, fokus utama tim selalu dimulai dari evaluasi performa laga terakhir.

Dengan analisis pertandingan sebelumnya dan menunjukkan ke para pemain apa yang sudah dilakukan dengan baik dan apa yang bisa kami tingkatkan. Baru fokus pada lawan berikutnya. "Jadi setiap minggu pada dasarnya prosesnya sama," ujar Van Gastel, Sabtu (31/1).

 

Namun demikian, PSIM dipastikan tidak datang dengan kekuatan penuh ke Samarinda. Sejumlah pemain tim yang lahir pada 5 September 1929 itu masih dibekap cedera. Ditambah satu pemain yang harus absen karena sanksi akumulasi kartu.

 

"Skuad kami tidak lengkap. Tapi soal target, sama seperti setiap pertandingan lainnya, kami selalu mencoba untuk menang. Pertandingan ini tidak ada bedanya dengan laga-laga lain," tegasnya.

Selain itu, perjalanan panjang menuju Samarinda juga menjadi tantangan tersendiri bagi PSIM. Van Gastel menyebut, hari perjalanan yang seharusnya menjadi waktu istirahat justru harus dihabiskan para pemain di perjalanan. "Jadi mereka harus melakukan perjalanan alih-alih menghabiskan waktu bersama keluarga mereka," ungkapnya.

 

Meski demikian, ia menegaskan motivasi tim tetap sama, tak peduli menghadapi siapa pun. Termasuk pemuncak klasemen.

"Motivasi kami untuk menang. Kami bermain sepak bola untuk mencoba meraih kemenangan, tidak peduli siapa pun lawannya. Besok kami melawan Borneo, dan kami akan mencoba untuk menang," katanya.

Kapten PSIM Reva Adi Utama juga menilai timnya telah melakukan evaluasi menyeluruh usai menelan kekalahan pertama musim ini dari Persebaya Surabaya.

Menurut Reva, fokus utama perbaikan berada pada efektivitas penyelesaian akhir dan organisasi bertahan saat kehilangan bola.

"Setelah melawan Persebaya, ada beberapa evaluasi dari pelatih ke tim, terutama hal-hal yang harus kami perhatikan betul-betul karena ada beberapa aspek yang perlu kami perbaiki," ujar Reva.

 

Eks pemain Dewa United itu optimistis, dia dan rekan-rekannya di PSIM bisa menjalankan instruksi pelatih dengan lebih baik saat menghadapi Borneo FC. "Semoga hasilnya maksimal serta bisa kami bawa pulang ke Jogja," lanjutnya.

Reva juga menegaskan, kekalahan dari Persebaya pekan lalu tidak memengaruhi mental tim secara signifikan.

"Masalah hasil, kami lupakan dengan cepat. Kompetisi masih berjalan dan masih banyak pertandingan yang harus kami hadapi. Motivasi anak-anak bagus, stabil, dan kami siap bertanding," tegasnya.

 

Sedang pelatih Borneo FC Fabio Lefundes menegaskan fokus penuh timnya hanya tertuju pada laga kontra PSIM. Ia menilai pendekatan satu pertandingan ke pertandingan lain menjadi kunci menghadapi jadwal padat, terlebih menjelang Ramadan.

"Saya tidak terlalu khawatir dengan pertandingan-pertandingan berikutnya. Fokus utama saya hanya pertandingan besok melawan PSIM. Kami menghadapi satu per satu," ujar Fabio.

 

Meski sebelumnya Borneo FC menang 3-1 di kandang PSIM pada putaran pertama, Fabio menilai laga kali ini tetap akan berjalan sulit. "PSIM adalah tim yang sulit. Kemenangan sebelumnya bukan laga yang mudah, dan besok kami tetap membutuhkan konsentrasi serta intensitas tinggi," katanya.

 

Sementara itu, pemain Borneo FC Marcos Astina mengaku antusias menatap laga kandang perdananya bersama Pesut Etam. Ia merasa proses adaptasinya berjalan lancar berkat dukungan tim.

"Saya bahagia bisa menjalani debut kemarin di laga tandang. Setelah satu bulan bergabung, saya merasa adaptasi berjalan baik karena rekan setim dan staf membuat saya merasa seperti keluarga," ujar Astina. (iza/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Reva Adi Utama #Van Gastel #PSIM #Borneo FC #PSIM Jogja