Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PSS Sleman di Putaran Kedua Tak Segarang di Paro Pertama, Ini Alasan Pieter Huistra

Rizky Wahyu Arya Hutama • Rabu, 28 Januari 2026 | 21:50 WIB

 

 

Pemain PSS Sleman Terrens Puhiri daat melawan Kendal Tornado FC
Pemain PSS Sleman Terrens Puhiri daat melawan Kendal Tornado FC

Tren kemenangan PSS Sleman tercatat cukup menurun pada putaran kedua saat ini. Secara grafik performa Laskar Sembada justru menunjukkan tren melandai jika dibandingkan dengan catatan impresif di paruh pertama kompetisi.

 

Berdasarkan data yang dihimpun, Dominikus Dion dan kawan-kawan berhasil tampil garang di putaran pertama. Anak-anak Bumi Sembada berhasil mengoleksi enam kemenangan, dua kali imbang, dan hanya sekali menelan kekalahan.

 Baca Juga: Lima Hari Berjualan Klaim Merugi, Setelah Pindah Lapak ke Taman Kuliner: Kebanyakan Pelanggan Tetap bukan Pembeli Dadakan

Namun, tajamnya cakar Super Elja Jawa ini seolah tumpul di putaran kedua. Sebab, sejauh ini, PSS Sleman baru membukukan empat kemenangan dan tiga hasil imbang.

 

Kini, PSS hanya menyisakan satu laga pamungkas melawan Barito Putera FC di putaran kedua untuk membuktikan konsistensi tim besutan Ansyari Lubis ini sebelum memasuki putaran ketiga.

 

Menanggapi merosotnya rasio kemenangan tim, direktur teknis PSS Sleman Pieter Huistra pun langsung angkat bicara.

Menurutnya, tren kemenangan yang menurun itu didapat bukan karena adamya penurunan kualitas permainan, melainkan faktor dewi fortuna yang belum berpihak.

"Ya, lebih banyak hasil imbang. Terkadang sedikit kurang beruntung, tapi keberuntungan itu pasti akan berbalik," cetusnya, Rabu (28/1).

 

Bukan tanpa alasan Huistra melontarkan pernyataan tersebut. Sebagai contoh, pria asal Belanda ini memberikan gambaran seperti saat PSS Sleman melawan Persela Lamongan.

Meski mendominasi laga dan menciptakan segudang peluang, namun efektivitas lawan justru menjadi pembeda."Itulah sepak bola, semua bisa terjadi," bebernya. (ayu/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#PSS #PSS Sleman #pieter huistra