Aturan tersebut juga diberlakukan pada laga antara PSIM Jogja melawan Persebaya Surabaya yang digelar di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Minggu (25/1).
Meski demikian, dari pantauan langsung Radar Jogja di kawasan SSA sekitar pukul 14.00 WIB, puluhan suporter Persebaya Surabaya atau yang dikenal dengan Bonek terpantau berada di sekitar area stadion.
Beberapa di antaranya mengaku telah memiliki tiket pertandingan yang diperoleh sebelum hari laga.
Salah satu suporter Persebaya, Cak Kondang mengatakan, bahwa dirinya datang dari Surabaya bersama lima orang rekannya menggunakan satu mobil.
Ia menyebut rombongan berangkat pada Minggu pagi dan tiba di wilayah Bantul menjelang siang hari.
"Kami berangkat dari Surabaya pagi, satu mobil enam orang. Tiket sudah kami beli dari teman-teman fans di Jogja, untuk tribun utara," ujarnya saat ditemui di sekitar SSA.
Cak Kondang menjelaskan, setibanya di kawasan stadion, dirinya bersama rombongan tidak langsung masuk ke area dalam stadion.
Mereka diarahkan oleh panitia pelaksana (panpel) dan aparat keamanan untuk berkumpul di satu titik sambil menunggu arahan lebih lanjut.
"Sejauh ini kondusif. Panitia dan aparat memberi instruksi yang cukup jelas. Kami diminta berkelompok dulu dan menunggu keputusan," katanya.
Ia mengaku berharap dapat menyaksikan pertandingan secara langsung, namun juga menyatakan siap mengikuti arahan petugas demi menjaga keamanan bersama dan menghindari potensi gesekan antarsuporter.
Sementara itu, Ketua Panpel PSIM Jogja Wendy Umar menegaskan, bahwa keberadaan suporter Persebaya di kawasan SSA tidak berarti mereka diizinkan masuk ke stadion.
Menurutnya, seluruh suporter tim tamu yang terlanjur datang langsung dilakukan pengecekan dan pengamanan sesuai prosedur.
"Begitu terpantau di area stadion, kami lakukan filtrasi dan pengecekan. Setelah itu, mereka kami arahkan untuk menjauhi kawasan SSA," ujar Wendy.
Ia menjelaskan, Panpel PSIM bersama aparat kepolisian berkoordinasi untuk mengarahkan rombongan suporter Persebaya menuju wilayah perbatasan DIY-Jawa Tengah, tepatnya kawasan Prambanan-Klaten.
"Kami koordinasikan dengan Polres Sleman hingga Polda DIY. Tujuannya untuk memastikan situasi tetap kondusif dan sesuai regulasi yang berlaku," jelasnya.
Wendy menambahkan, proses pengecekan identitas dilakukan untuk memudahkan pengelompokan serta pengawalan, sekaligus memastikan tidak ada suporter tim tamu yang masuk ke dalam stadion.
"Kami lakukan sesuai SOP, menanyakan asal dan identitas. Sampai pertandingan berlangsung, tidak ada satu pun suporter Persebaya yang masuk ke stadion," tegasnya.
Berdasarkan pantauan Radar Jogja, sekitar pukul 14.30 WIB, beberapa truk pengangkut personel kepolisian terlihat keluar dari kawasan SSA dengan membawa puluhan suporter Persebaya di dalamnya.
Sementara suporter lain yang menggunakan kendaraan pribadi juga diarahkan dan dikawal aparat untuk meninggalkan area stadion.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan potensi gangguan keamanan serta penegakan regulasi larangan kehadiran suporter tim tamu dalam kompetisi BRI Super League musim ini. (iza)
Editor : Bahana.