JOGJA – Manajemen PSIM Jogja merespon keraguan PSIM fans terkait kualitas pemain asingnya. Bahkan di media sosial ramai jika duo pemain asal Belanda Donny Warmerdam dan Anton Fase hanya londo atau wisatawan di Prawirotaman yang dikontrak.
Hal itu melihat Donny yang tak kunjung merumput. Begitu pula Anton yang menghilang di beberapa pekan karena cedera. Manajemen Laskar Mataram menepis anggapan mereka telah 'kapusan brosur' alias tertipu dengan rekam jejak sang pemain.
Baca Juga: Tak Bisa Dibiarkan, BGN Berhentikan Sementara Operasional dan Evaluasi SPPG Kaliagung
Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna menjelaskan, jika proses perekrutan pemain musim ini dilakukan dengan sangat selektif. Dia mengaku untuk talent scout memanfaatkan teknologi pemantauan pemain profesional untuk memastikan kualitas dan riwayat kesehatan calon pemain.
"Ada aplikasinya dan lain-lain untuk mengecek riwayat pemain. Itu kami mainkan supaya enggak kapusan brosur 'Londo Prawirotaman', kan begitu," ungkapnya, Rabu (21/1).
Menurut Razzi, absennya Donny saat ini bukan disebabkan oleh cedera bawaan atau riwayat medis yang buruk. Eks pemain Jong Ajax tersebut justru mengalami nasib sial. Karena mengalami patah tulang saat menjalani persiapan bersama tim. Sehingga, hal itu dikategorikan sebagai cedera baru yang murni terjadi karena insiden di lapangan.
Tak hanya Donny, kondisi serupa juga dialami oleh pemain asing lainnya, yakni Anton Fase. Razzi menyebut Anton sejatinya memulai musim dengan performa gemilang, namun pemain asal Belanda itu juga harus menepi karena cedera ankle setelah saat latihan.
"Itu bukan karena latihan keras. Kalau latihan keras kan biasanya hamstring atau masalah otot, itu baru salah pelatih karena load (beban) terlalu tinggi. Tapi ini murni insiden kejadian," ujarnya.
Dia menekankan jika tidak ada satu pun pemain musim ini yang direkrut dengan riwayat cedera berulang. Sebab, pria asal Menteng, Jakarta ini menilai, sebuah tim baru bisa dikatakan tertipu jika mendatangkan pemain yang memiliki riwayat cedera berat namun tetap dipaksakan.
"Kalau misalnya ACL, terus kena lagi, itu baru kami benar-benar kapusan brosur. Tapi, alhamdulillah, musim ini tidak ada yang seperti itu," tegasnya.
Meski demikian, Razzi mengatakan jika cedera yang menimpa beberapa pemain itu tetap menjadi bahan evaluasi. Sehingga ke depan, manajemen akan lebih berhati-hati dalam memantau kondisi fisik pemain guna memastikan kedalaman skuad tetap terjaga di sisa kompetisi. "Kami harus lebih hati-hati dalam mencari pemain yang punya riwayat cedera," tuturnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo