JOGJA - Meski kompetisi BRI Super League 2025/2026 baru berjalan separuh musim, manajemen PSIM Jogja kini sudah mulai memberi perhatian ke musim depan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya evaluasi dan perbaikan menyeluruh agar Laskar Mataram dapat tampil lebih siap pada musim berikutnya.
Perencanaan lebih dini itu tak lepas dari pengalaman PSIM pada awal musim ini. Setelah memastikan promosi dari Pegadaian Liga 2, klub harus bergerak cepat dalam membentuk tim, mulai penunjukan pelatih kepala hingga perekrutan pemain. Kondisi serba terbatas waktu membuat banyak keputusan diambil dalam situasi mendesak.
Manajer PSIM Razzi Taruna mengakui, fase awal musim menjadi pelajaran penting bagi manajemen. Ia menilai, persiapan yang terlalu mepet tidak ideal untuk membangun tim yang kompetitif di kasta tertinggi.
"Kemarin banyak hal yang mepet. Kita promosi dari Liga 2 juga tidak gampang. Prosesnya panjang, dan banyak hal terjadi last minute, termasuk kedatangan pelatih," katanya Selasa (20/1).
Berangkat dari situasi itu, PSIM kini mulai menjalankan perencanaan lebih awal sebagai upaya memperbaiki proses kerja klub di musim kedua mereka di Super League. "Kita mau perbaiki. Sekarang kita mau jauh lebih siap dan lebih prepare untuk musim kedua, dan sudah mulai kita jalankan," ungkapnya.
Razzi menjelaskan, secara struktur tim PSIM saat ini terbilang cukup stabil. Mayoritas pemain masih merupakan bagian dari skuad musim lalu yang membawa klub promosi. Baik pemain lokal maupun asing masih menjadi tulang punggung tim sepanjang kompetisi berjalan.
"Musim depan pasti akan ada adjustment di beberapa posisi dan aspek. Tapi itu belum final karena kita masih fokus dengan tim saat ini," bebernya.
Razzi mengungkapkan, salah satu hal konkret yang sudah dilakukannya adalah membuat deck proposal berisi roadmap tim PSIM untuk musim depan, dan sudah dipresentasikan ke Direktur Utama PSIM Liana Tasno. "Aku udah bikin deck dan roadmap- nya. Udah aku tunjukin ke Ci Liana juga," terangnya.
Dengan komunikasi yang solid dan perencanaan yang disusun lebih matang sejak dini, manajemen PSIM berharap tim dapat melangkah lebih jauh pada musim-musim mendatang. Untuk musim ini, target bertahan dengan nyaman masih menjadi prioritas utama, sementara ambisi yang lebih tinggi disiapkan untuk musim depan dan musim-musim selanjutnya.
"Semoga dengan persiapan yang lebih awal dan matang, hasilnya lebih baik. Target musim ini bertahan dengan nyaman. Tahun depan targetnya harus lebih tinggi, walau belum bisa saya sebut sekarang," ungkapnya. (iza/laz)