Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Soal Menit Bermain Para Pemain Lokal, Pelatih Van Gastel Tegaskan Prinsipnya di PSIM Jogja

Fahmi Fahriza • Selasa, 20 Januari 2026 | 17:46 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel

 

JOGJA - Posisi PSIM Jogja yang kini bertengger di peringkat keenam klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 30 poin dari 17 laga, belum sepenuhnya lepas kritik. Pelatih Kepala PSIM Jean-Paul van Gastel tetap mendapat sorotan, salah satunya terkait kebijakannya yang dinilai minim melakukan rotasi pemain.


Suara dari suporter menyoroti kecenderungan pelatih asal Belanda itu mempertahankan komposisi 11 pemain awal yang relatif sama dari satu pertandingan ke pertandingan lain. Nama-nama pemain lokal seperti Abiyoso dan M. Iqbal kerap disebut layak mendapat menit bermain lebih banyak, bahkan dicoba untuk dimainkan sejak menit pertama.


Menanggapi kritik itu, Van Gastel menegaskan, keputusannya sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan tim dan upaya meraih hasil terbaik di setiap pertandingan, bukan karena tekanan dari luar. "Saya selalu bermain dengan tim terkuat yang saya punya," ujarnya Selasa (20/1).


Ia menekankan, para pemain lokal tetap memiliki kualitas dan menunjukkan etos kerja yang tinggi selama sesi latihan. Namun, hal itu tidak otomatis membuatnya menerapkan rotasi secara rutin.


"Pemain lokal juga punya kualitas dan mereka berlatih sangat keras. Saya juga puas dengan mereka. Tapi saya bukan pelatih yang akan melakukan rotasi. Saya tidak melakukan karena tuntutan suara tertentu, atau ketika saya rasa tim tidak benar-benar butuh," katanya.


Van Gastel menjelaskan pendekatannya lebih situasional. Ia terus memantau jalannya pertandingan dan baru melakukan pergantian pemain apabila tim memang membutuhkannya.
"Saya mengamati juga bagaimana pertandingan berjalan. Saya akan memasukkan pemain yang dibutuhkan tim untuk pertandingan itu. Saya bukan seperti pelatih sosial. Saya hanya ingin menang," tegasnya.


Meski demikian, Van Gastel juga menyadari keputusan tak selalu menjamin hasil positif. Namun ia menegaskan komitmennya untuk terus mencari formula terbaik bagi PSIM.


Dengan filosofi itu, Van Gastel menegaskan setiap keputusan teknis yang ia ambil semata-mata demi kepentingan tim dan target PSIM untuk bertahan dengan aman. Sekaligus tampil kompetitif di musim perdana mereka di kasta tertinggi.


"Saya juga tidak mengatakan jika saya tidak memainkan mereka pasti saya akan menang, tapi saya selalu berusaha dan mencoba untuk mencari tim yang terbaik," ucapnya. (iza/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#komitmen #puas #Jean Paul van Gastel #pelatih #hasil positif #PSIM Jogja