JOGJA – PSIM Jogja berhasil mengagetkan penggemar sepak bola Indonesia dengan penampilan di paro musim Super League 2025/2026 ini. Berstatus sebagai tim promosi, Laskar Mataram menjadi satu-satunya tim yang mampu merangsek di papan atas klasemen sementara kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Tercatat hingga putaran pertama Kompetisi Super League musim 2025/2026 ini, tim besutan Jean-Paul van Gastel ini berhasil mengoleksi total 30 poin. Hasil itu didapat dari delapan kali kemenangan, enam kali imbang, dan tiga kali kalah.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Perkuat UMKM Desa dan Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Dari perolehan tersebut, PSIM Jogja kokoh berada di posisi keenam klasemen sementara. Dengan performa impresif itu, Savio Sheva dan kawan-kawan berhasil membungkam keraguan publik yang sempat meremehkan di awal musim lalu.
Apalagi jika mau menengok kebelakang, torehan PSIM Jogja di musim ini terbilang mulai membayangi rekor Malut United di musim 2024/2025 lalu. Kala itu tim berjuluk Laskar Kie Raha tersebut sukses finish di posisi ketiga klasemen akhir dengan raihan 57 poin.
Baca Juga: Jateng Dilanda Hujan Ekstrem, Gubernur Luthfi Minta Daerah Ajukan Asuransi Gagal Panen
Menanggapi capaian tersebut, Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno mengaku bersyukur. Sebab menurutnya hasil di putaran pertama ini sudah melampaui ekspektasi awal dari manajemen.
"Aku bersyukur kok dengan kondisi yang sekarang. Karena apa? Karena target aku ya udahlah kami bertahan dulu. Target aku cuma itu kok," bebernya, Rabu (14/1).
Baca Juga: Sri Mulyani Resmi Jadi Dewan Direksi di Yayasan Milik Bill Gates, Ini Tugasnya
Meski begitu, wanita yang akrab disapa Cici ini tidak mau berbesar kepala. Mengingat ini adalah pengalaman pertama bagi PSIM Jogja, sehingga manajemen pun juga tak ingin capaian tersebut membuat tim berleha-leha di putaran kedua nanti.
"Karena kan ini sesuatu yang baru bagi kami semua kan. Manajemen kan juga baru gitu. Tapi kalau kami bisa dikasih di papan atas seperti sekarang ini ya wow, udah luar biasa gitu sih," tegasnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo