Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kehadiran Penonton di Laga Kandang Belum Maksimal, PSIM Jogja Akui Pendapatan Klub Ikut Terdampak

Fahmi Fahriza • Minggu, 11 Januari 2026 | 21:14 WIB

 JOGJA - Manajemen PSIM secara terbuka mengakui tingkat kehadiran penonton pada laga kandang masih belum sesuai harapan. Kondisi itu menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi Laskar Mataram, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan anggaran operasional pada kompetisi BRI Super League 2025/2026.


Sejak promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, PSIM harus menyesuaikan diri dengan tuntutan kompetisi yang jauh lebih ketat, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. Salah satu aspek yang turut disorot adalah pemasukan klub dari penjualan tiket pertandingan kandang yang dinilai belum optimal.


Secara akumulatif, sepanjang putaran pertama kompetisi PSIM mencatatkan total kehadiran penonton 49.687 orang di laga kandang Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul. Angka itu menunjukkan antusiasme suporter di stadion masih fluktuatif, dipengaruhi berbagai faktor seperti lawan yang dihadapi hingga waktu kick-off pertandingan.


Antusiasme tertinggi terlihat ketika PSIM menjamu tim-tim besar dengan basis suporter nasional yang kuat. Laga melawan Persib Bandung menjadi pertandingan kandang dengan jumlah penonton terbanyak, yakni mencapai 8.725 orang. Disusul pertandingan kontra Arema FC yang dihadiri 8.618 penonton, serta laga melawan Borneo FC dengan 8.068 penonton.


Sementara itu, pada pertandingan melawan tim-tim dengan daya tarik menengah, kehadiran penonton berada di angka yang lebih moderat. Saat menghadapi PSBS Biak, tercatat sebanyak 6.202 penonton memadati stadion. Adapun laga kontra Semen Padang disaksikan langsung oleh 5.540 penonton.


Di sisi lain beberapa laga mencatatkan jumlah kehadiran yang relatif rendah. Pertandingan melawan Dewa United hanya dihadiri 3.810 penonton, sementara laga kontra Persik Kediri mencatatkan angka 3.823 penonton. Laga melawan Bhayangkara FC sedikit lebih baik dengan kehadiran 4.901 penonton.


Manajer PSIM Razzi Taruna mengakui, kondisi itu turut memberikan dampak terhadap upaya klub dalam menggenjot pendapatan. Menurutnya, setelah bertahun-tahun berkompetisi di Liga 2, PSIM kini harus menghadapi lonjakan kebutuhan anggaran yang signifikan di level tertinggi.
"Kalau ditanya berpengaruh, jujur saja iya. Kita di Liga 2 sudah 18 tahun, budget kita di Liga 1 ini bertambah. Jadi dengan liga yang lebih kompetitif, kita juga ingin bersaing, kita ingin generate revenue yang lebih banyak," kata Razzi, Minggu (11/1).


Razzi juga menyadari sejumlah kendala yang membuat sebagian suporter belum bisa rutin hadir ke stadion. Lokasi SSA yang berada di luar Kota Jogja serta jadwal pertandingan pada sore hari, menjadi faktor yang cukup berpengaruh terhadap tingkat kehadiran penonton.


Meski demikian, manajemen PSIM tetap berharap dukungan langsung dari suporter dapat terus meningkat seiring berjalannya kompetisi dan performa tim yang kian stabil. "Saya paham situasi di SSA dan main sore. Tapi saya juga berharap teman-teman suporter kalau memang ada waktunya bisa datang membantu PSIM," ungkapnya.


Di tengah kondisi itu, Razzi tetap menunjukkan optimisme terhadap masa depan atmosfer kandang PSIM Jogja. Ia menilai geliat kreativitas suporter yang belakangan muncul, khususnya di area Gate 9 dan 10 SSA, menjadi sinyal positif bagi perkembangan dukungan langsung di stadion. "Kreativitas suporter sangat kami apresiasi dan harapannya stadion bisa penuh," tuturnya.
Menurut Razzi, atmosfer yang diciptakan oleh kelompok suporter di area itu tidak hanya dirasakan oleh penonton lain. Tetapi juga memberikan dampak langsung bagi pemain dan tim pelatih di lapangan.


"Saya lihat gerakan di Gate 9 dan 10 itu sangat menarik. Sempat ngobrol sama pelatih dan pemain seperti Franco Ramos juga, mereka merasa atmosfernya seru," pungkasnya.
Manajemen PSIM pun berharap, seiring meningkatnya performa tim dan konsistensi hasil positif, minat suporter untuk hadir langsung ke stadion terus bertumbuh. Pada akhirnya mampu menciptakan atmosfer kandang yang lebih hidup di setiap pertandingan. (iza/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kreativitas #Razzi Taruna #Suporter #optimisme #stadion Estadio de La Ceramica #kompetitif #manajemen #PSIM Jogja