SLEMAN - Pemandangan berbeda tersaji di bench PSS Sleman saat menjamu PSIS Semarang di Maguwoharjo International Stadium (MagIS) Sabtu (10/1) sore. Jika biasanya sosok pelatih kepala yang dominan memberikan instruksi, kali ini peran vital tersebut diambil alih oleh asisten pelatih Laskar Sembada Gilang Ramadhan.
Absennya Ansyari Lubis yang harus memantau laga dari tribun penonton karena akumulasi kartu, memberikan pengalaman baru bagi Gilang. Selama 90 menit penuh, dia menjadi napas bagi Gustavo Tocantins dan kawan-kawan di pinggir lapangan. Debutnya memimpin tim secara langsung pun berakhir manis untuk kemenangan krusial bagi Super Elja dengan skor akhir 2-1.
"Itu murni naluri. Kita lihat anak-anak kerja keras di lapangan, jadi kami (tim pelatih, Red) juga jangan sampai kelihatan lelah. Gimana caranya terus beri support agar pemain tetap fokus," bebernya.
Dalam lagi ini, Gilang menyebut, timnya tampil dengan komposisi yang jauh berbeda dibanding putaran pertama. Terlebih tim lawan yang banyak menurunkan pemain baru. “Belum pernah melihat mereka main bareng, kami seperti menerka-nerka sedikit. Alhamdulillah, pemain bisa mengatasinya di lapangan," tuturnya.
Atas kemenangan ini, PSS Sleman saat ini masih duduk di posisi kedua klasemen sementara dengan raihan 33 poin. Namun masih berada di bawah Barito Putera FC yang kokoh di puncak klasemen dengan 34 poin.
Sedangkan PSIS Semarang masih tertahan di posisi sembilan klasemen sementara dari 10 tim yang berkompetisi dengan raihan delapan poin. Namun bagi Pelatih PSIS Semarang Jafri Sastra menyebut, timnya sudah bermain bagus di laga ini. "Selamat buat Sleman. Kami harus berbenah karena posisi kami tidak baik di klasemen kami akan berkerja lebih keras ke depan," tegasnya.
Gelandang bertahan PSIS Semarang Tegar Infantrie mengatakan, kekalahan yang diraih oleh timnya ini menjadi evaluasi para pemain. "Ke depan akan belajar untuk PSIS Semarang dan percaya sama pelatih," lontarnya. (ayu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita